PLN Harus Perkuat Jaringan Transmisi Guna Menampung Energi Terbarukan

Rabu, 26 Agu 2026, 03:05 WIB

JAKARTA - Rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional, bukan sekadar mengejar penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan.

Ekonom yang juga pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengatakan ekspansi PLTS dalam skala besar akan mengubah karakter pasokan listrik karena produksi tenaga surya bersifat intermiten dan bergantung pada kondisi cuaca.

Ket. Foto: Rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional — Sumber: istimewa

Sebab itu, Fahmy mengatakan Pemerintah dan PLN perlu menyiapkan investasi yang seimbang antara pembangunan pembangkit, penguatan jaringan, serta teknologi penyimpanan energi. Tanpa kesiapan tersebut, tambahan kapasitas PLTS yang besar justru berpotensi tidak dapat diserap secara optimal oleh sistem kelistrikan.

Pengembangan smart grid dan sistem penyimpanan energi menjadi semakin penting agar pasokan dari PLTS dapat diintegrasikan tanpa mengganggu keandalan listrik.

Proyek 100 GW tambahnya seharusnya juga menjadi momentum untuk membangun ekosistem industri energi surya di dalam negeri. Pemerintah perlu mendorong agar besarnya investasi tidak hanya menghasilkan tambahan listrik bersih, tetapi juga menciptakan permintaan bagi industri panel surya, baterai, komponen kelistrikan, serta tenaga kerja nasional.

Dengan demikian, transisi energi dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih luas sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dan komponen impor.

Berskala Besar

Sementara itu, Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan PT PLN (Persero) harus memperhatikan jaringan transmisi listriknya untuk memastikan program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berdaya 100 GW berjalan dengan lancar.

“Kalau di sistem PLN, maka salah satu yang harus dipertimbangkan itu adalah jaringan listriknya,” kata Fabby.

Menurut dia, program PLTS 100 GW dari pemerintah merupakan hal yang positif, karena PLTS merupakan energi baru terbarukan. Namun, tidak kalah penting bagi PLN harus memastikan bahwa jaringan transmisi yang dimiliki dapat menyuplai dan memberikan dukungan terhadap program pemerintah tersebut.

Ia menilai bahwa jaringan listrik yang dimiliki PLN saat ini belum didesain untuk menerima pembangkit variable renewable energy skala besar yang masuk pada waktu yang bersamaan.

“Memang jaringan PLN ini harus diperkuat, sehingga mampu untuk menerima masuknya PLTS,” katanya.

Fabby mengatakan sistem jaringan PLN itu tidak hanya digunakan oleh salah satu pembangkit listrik, karena saat ini ada sejumlah pembangkit listrik yang masuk untuk memasok kebutuhan energi di negeri ini.

Antar pembangkit satu dengan lainnya memiliki karakter yang berbeda, sehingga PLN harus mempersiapkan sistem jaringan agar dapat menerima PLTS yang berskala besar.

“Kalau di sistem PLN tidak hanya berbicara untuk pembangkit yang dikerjakan oleh PLN. Tapi, juga ada pembangkit-pembangkit lain, misalnya pembangkit listrik tenaga surya atap, PLTS atap ini mempunyai karakteristik sendiri. Untuk itu, jaringan PLN itu bukan saja kapasitas transmisinya, tapi kemampuan untuk mengelola dari pembangkit listrik baru terbarukan,” pungkasnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Bukan Soal Taktik! Pelatih Van Gastel Sebut Mentalitas PSIM Yogyakarta Masih Jadi Masalah

Ancaman Karhutla di Depan Mata! Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan

Kota Semarang Jadi yang Terbaik! Juara Umum Peparpeda Jateng 2026 Berhasil Diraih

Deltras FC Siap Tempur! Pelatih Puas Lihat Kondisi Para Pemain

PLN dan TNI Bersinergi, Petugas di Wilayah 3T Sulut Ditempa Jadi Lebih Profesional

Bukan Sekadar Janji! APBEDNAS dan SUCOFINDO Realisasikan Sumur Bor di Bintan

Bukan Sekadar Usaha Kecil! UMKM Mandiri Jayawijaya Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Selat Malaka Jadi Sorotan! Indonesia, Malaysia, Singapura Tegaskan Jalur Pelayaran Harus Tetap Aman

Kekeringan Makin Parah, Bangkalan Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak

Makin Canggih! Kartu Berchip Dipakai Peserta untuk Bisa Mengakses Arena Muktamar NU, Cegah Manipulasi

Gratis dan Mudah! Festival AHU Bantu Warga Atasi Masalah Administrasi Hukum

Java United Bergerak Cepat Tambah Pemain Asing, Jonata Machado dan Kaio Nunes Jadi Rekrutan Anyar

Aksi Nyata Pulihkan Laut Jakarta, Ribuan Bibit Karang Ditanam di Kepulauan Seribu

Tanpa Pemerintah Bersih dan Kredibel, Potensi Besar Sumber Daya Alam Sulit Diakselerasi

Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Data, Kebijakan Pembangunan Bakal Makin Tepat Sasaran

PLN Harus Perkuat Jaringan Transmisi Guna Menampung Energi Terbarukan

Tekan Penggunaan BBM Impor, PLN Resmikan Pengembangan PLTS Gilimanuk Bali

Bukan Bantuan Biasa! BUMN dan Investor Gelontorkan Rp2 Miliar untuk Warga Sade

PP SEMMI Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Sejumlah Permasalahan

Peresmian LRT Jakarta Manggarai Hari Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mulai Pukul 07.00 WIB

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.