Zona Merah Narkoba Cilegon Dibidik, Remaja Dibekali Keterampilan dan Wirausaha
Rabu, 12 Agu 2026, 05:30 WIBCilegon - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berkolaborasi dengan sejumlah pihak memberikan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan kewirausahaan bagi remaja di kawasan yang masuk zona merah peredaran gelap narkoba di Kota Cilegon, Banten.
Koordinator Pemberdayaan Masyarakat BNNP Banten Mita Maharani di Cilegon, Selasa (12/8), mengatakan kegiatan tersebut menggandeng Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, PLN, serta Komunitas Masaru Bersemi.
Kegiatan menyasar remaja di Lingkungan Medaksa, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat di kawasan rawan narkoba agar memiliki aktivitas produktif dan sumber penghasilan mandiri.
Mita mengatakan program tersebut merupakan kegiatan tahunan BNN dalam rangka pemberdayaan alternatif bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
"Di tahun ini kami kembali melakukan penguatan ekonomi dan usaha. Tujuannya agar masyarakat di Kelurahan Mekarsari yang rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini bisa produktif dan punya pekerjaan, sehingga mereka tidak berpikir memakai narkoba dan tidak berpikir menjadi kurir narkoba," katanya.
Menurut dia, sasaran program tahun ini secara khusus difokuskan pada remaja usia produktif 17-25 tahun. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan mengingat kelompok usia muda termasuk yang rentan terpapar penyalahgunaan narkotika.
Selain mendapatkan edukasi mengenai bahaya narkoba, para peserta juga memperoleh pelatihan keterampilan untuk membuat karya ecoprint dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para remaja untuk mengembangkan usaha kreatif sekaligus membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Cilegon Wawan Ihwani menyambut baik kolaborasi lintas instansi tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menjadi salah satu langkah konkret untuk melindungi dan membina generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
"Kegiatan hari ini merupakan upaya yang mengakomodasi para remaja dan pemuda, jangan sampai generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa ini terpapar oleh narkoba," ujarnya.
Ia berharap pembekalan keterampilan tersebut dapat mendorong berkembangnya potensi usaha masyarakat dan memperkuat kelembagaan ekonomi warga.
Kemandirian ekonomi, kata dia, dapat menjadi salah satu benteng dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Melalui penguatan keterampilan dan peluang usaha, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas remaja, tetapi juga membangun lingkungan sosial dan ekonomi yang lebih kuat sebagai bagian dari upaya pencegahan narkoba.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Banten Kaji Solusi Kuota SPMB Jalur Afirmasi Tak Terisi Imbas Data Desil
-
Festival JEFF 2026 Jadi Prototip Acara Publik Ramah Lingkungan di Jakarta
-
Mongolia Larang Anak di Bawah 18 Tahun Pakai Sepeda Listrik
-
Program Sekolah Gratis di Banten Angkat Minat Siswa ke SMK Swasta
-
Kemenpar Hadirkan Program “Liburan ke Kampung Main"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.