- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bom Meledak di Sebuah Kafe...
Bom Meledak di Sebuah Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas
Jumat, 03 Jul 2026, 09:39 WIB
DAMASKUS - Ledakan bom mengguncang sebuah kafe di ibu kota Suriah, Damaskus, Kamis (2/7), menewaskan sembilan orang dan melukai 20 lainnya, kata pihak berwenang.
Dalam peristiwa pengeboman itu, belum ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab.
Peristiwa terjadi di dekat Istana Kehakiman ibu kota, sebuah gedung pemerintahan penting, dan memicu kepanikan di area yang ramai tersebut.
Seorang koresponden AFP melihat ambulans melaju di tengah lalu lintas dengan sirene meraung-raung menuju lokasi kejadian, dan pasukan keamanan menutup area ledakan.
"Ledakan yang terjadi di sebuah kafe dekat Istana Kehakiman di Damaskus disebabkan oleh alat peledak yang ditanam di lokasi tersebut," kata televisi pemerintah.
"Alat peledak rakitan" itu berisi pecahan logam, yang menyebabkan "cedera parah dan kerusakan signifikan", tulis kementerian dalam negeri di Telegram.
Pihak kementerian mengatakan para penyelidik sedang meninjau rekaman pengawasan, berbicara dengan para saksi, dan mengumpulkan bukti forensik dari lokasi kejadian.
Nour Khayyat (40) pemilik toko yang menjual baterai untuk panel surya di dekat lokasi kejadian, mengatakan kepada AFP, "Sekitar pukul 15.00 (1200 GMT), saya mendengar ledakan dahsyat dan etalase toko bergetar".
"Orang-orang bergegas ke kafe dan memanggil ambulans," tambahnya.
Mohammed al-Dahabi, pemilik toko kacamata di sebelah kafe, gemetar saat menggambarkan ledakan itu, "Saya merasakan tekanan yang kuat, dan seluruh tempat bergetar".
Setibanya di lokasi kejadian, Gubernur Damaskus Maher Eldibi mengatakan pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan.
"Mereka yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah ini akan dihukum," katanya.
"Setiap kali negara mengalami periode stabilitas, pihak-pihak yang berniat jahat mencoba untuk menggoyahkan stabilitas tersebut."
Wakil utusan khusus PBB untuk Suriah, Claudio Cordone, mengatakan di X, para pelaku "harus dibawa ke pengadilan".
Turki, yang memiliki hubungan dekat dengan otoritas Islamis Suriah, juga mengutuk serangan itu dan berjanji untuk "mempertahankan solidaritasnya dengan Suriah sepanjang proses ini", menurut pernyataan kementerian luar negeri.
Beberapa negara Arab juga mengutuk serangan itu, termasuk Irak, Yordania, Qatar, dan Mesir.
Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam negara mengecam "pemboman teroris" tersebut.
Sejak penggulingan penguasa lama Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintah baru Suriah yang dipimpin oleh Presiden Ahmed al-Sharaa telah berupaya menjalankan kendali penuh, memulihkan keamanan, dan menyatukan kembali negara tersebut.
Damaskus telah menjadi lokasi berbagai serangan dan insiden sejak pemerintahan baru mengambil alih.
Serangan paling mematikan terjadi pada Juni 2025, ketika serangan terhadap sebuah gereja di Damaskus menewaskan 25 orang.
Serangan bunuh diri itu kemudian diklaim oleh sebuah kelompok Islamis Sunni, sementara pihak berwenang menyalahkan kelompok ISIS.
Baru-baru ini, terjadi insiden lain, termasuk pembunuhan seorang tentara pada bulan Mei dalam serangan bom mobil di Kota Tua Damaskus.
- ledakan bom
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.