MRT Jakarta Siapkan Nama Baru untuk 2 Stasiun, Haji Nawi dan Benhil Jadi Incaran

Selasa, 11 Agu 2026, 14:22 WIB

Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) membuka peluang kerja sama hak penamaan (naming rights) untuk Stasiun Haji Nawi dan Bendungan Hilir sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan non-tiket (non-farebox).

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan penjajakan dengan sejumlah calon mitra untuk kedua stasiun tersebut masih berlangsung.

Ket. Foto: Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa (11/8). — Sumber: Antara

"Penjajakan sudah ada, peminat juga sudah ada. Kita sedang berkomunikasi terus dengan para potensial mitra kita untuk bekerja sama di dua stasiun tersebut," kata Farchad saat peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Farchad, calon mitra yang dipilih nantinya diharapkan dapat disesuaikan dengan konsep penamaan stasiun serta memberikan manfaat bagi pengguna MRT.

Sejumlah sektor telah menunjukkan ketertarikan, mulai dari makanan dan minuman, perbankan, telekomunikasi hingga badan usaha milik daerah (BUMD).

"Sektornya ada macam-macam ya. Ada food and beverage, ada sektor perbankan, ada sektor telekomunikasi dan lain sebagainya. BUMD juga ada," ujarnya.

Farchad menegaskan kerja sama naming rights tidak semata-mata bertujuan memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperkuat branding, tetapi juga diharapkan menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas sesuai strategi masing-masing mitra.

Ia mencontohkan kerja sama MRT Jakarta dengan Visa yang mendorong penggunaan sistem pembayaran nirsentuh berbasis standar global EMV (Europay, Mastercard, and Visa) di transportasi publik.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara semakin mudah menggunakan transportasi publik.

MRT Jakarta dan Visa sebelumnya meresmikan naming rights Stasiun Blok A menjadi Stasiun MRT Blok A Visa. Stasiun tersebut menjadi stasiun kesepuluh yang memiliki hak penamaan dari total 13 stasiun MRT Jakarta.

Dengan demikian, masih terdapat tiga stasiun yang belum memiliki naming rights, yakni Stasiun Haji Nawi, ASEAN Headquarters, dan Bendungan Hilir.

Visa Indonesia memegang hak penamaan Stasiun Blok A sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan pembayaran nirsentuh berbasis standar global di transportasi publik Jakarta.

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan kerja sama tersebut tidak sekadar mengubah identitas ruang publik di Stasiun Blok A, tetapi menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara MRT Jakarta dan Visa.

"Ini adalah satu aktivitas strategis yang kita lakukan bersama, bukan hanya mengubah ruang publik di stasiun Blok A tapi ini akan mengubah satu kolaborasi strategis antara MRT Jakarta dengan Visa," kata Tuhiyat dalam peluncuran naming rights Stasiun MRT Blok A Visa di Jakarta, Selasa.

Tuhiyat berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas branding MRT Jakarta sekaligus meningkatkan tingkat keterangkutan (ridership), terutama dari wisatawan mancanegara.

Berdasarkan data MRT Jakarta, jumlah pengguna Stasiun Blok A mencapai sekitar 250.000 orang per bulan.

  • MRT Jakarta

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.