Ganda Putra Berpeluang Ciptakan All Indonesian Final
Senin, 28 Sep 2026, 06:42 WIBICHINOMIYA - Sebanyak empat wakil Indonesia akan berjuang merebut tiket final bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Senin (28/9), di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Dua pasangan ganda putra membuka peluang terciptanya All-Indonesian Final, sementara Alwi Farhan dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus melewati lawan-lawan tangguh dari Thailand dan Tiongkok.
Peluang terbesar datang dari ganda putra yang menempatkan dua wakil di semifinal. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan menghadapi pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Liang Weikeng/Wang Chang. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan Fajar/Fikri membalas kekalahan pada nomor beregu putra beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Fajar/Fikri kalah dramatis melalui pertarungan tiga gim, 20-22, 21-19, 14-21. Liang/Wang dikenal memiliki permainan cepat dengan adu drive dan smes keras. Fajar/Fikri harus mampu mengendalikan permainan depan net sekaligus meredam agresivitas pasangan Tiongkok tersebut.
Di semifinal lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Kemenangan dalam pertemuan pertama di babak 16 besar Kejuaraan Asia 2025 menjadi modal kepercayaan diri bagi Leo/Daniel. Saat itu, mereka menang 18-21, 21-17, 21-15.
Leo/Daniel dituntut menjaga disiplin permainan. Daniel akan menjadi tumpuan serangan dari belakang. Sedangkan Leo diharapkan mampu memanfaatkan kecepatan dan kecerdikannya di depan net. Jika Fajar/Fikri dan Leo/Daniel sama-sama memenangi semifinal, final sesama Indonesia akan menjadi kenyataan.
Dari tunggal putra, Alwi Farhan menghadapi tantangan berat melawan juara dunia asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Rekor pertemuan tidak berpihak kepada Alwi yang belum pernah menang dalam empat pertemuan. Pertemuan terakhir di perempat final Inggris Terbuka 2026 berakhir dengan kekalahan Alwi 17-21, 12-21.
Tantangan serupa menanti Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang bertemu pasangan Tiongkok, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Amri/Nita kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya, termasuk di semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan skor ketat 22-20, 14-21, 20-22.
Kontingen Indonesia sebelumnya telah mengamankan emas kedua melalui angkat besi. Rahmat Erwin Abdullah menjadi juara kelas 75 kilogram putra, Sabtu (26/9), sekaligus memecahkan rekor dunia. Rahmat mencatat total angkatan 366 kilogram, terdiri atas snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. Kedua catatan tersebut menjadi rekor dunia baru di kelas 75 kilogram putra.
Tambahan emas itu membawa Indonesia ke posisi ke-14 klasemen sementara dengan 23 medali, terdiri atas dua emas, empat perak, dan 17 perunggu. Emas pertama Indonesia diraih dari bulu tangkis nomor beregu putra.
Tiongkok masih memimpin klasemen dengan 105 emas, 39 perak, dan 26 perunggu. Jepang berada di posisi kedua dengan 30 emas, sedangkan Korea Selatan di urutan ketiga dengan 14 emas. Dari Asia Tenggara, Thailand menjadi kontingen terbaik di posisi keenam dengan tujuh medali emas. ben/G-1
- badminton indonesia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Harga Pangan Bergerak, Produksi dan Pasokan Terus Diawasi
-
Indonesia Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Kemenhub Evaluasi Kebijakan Pembatasan Angkutan Barang
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 875 di Dompu
-
PSS Sleman Percaya Diri Bersaing di BRI Super League 2026/2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.