Candi dan Air Terjun sebagai Penyempurna Destinasi

Jumat, 07 Agu 2026, 07:28 WIB

KAWASAN perkebunan teh Sirah Kencong di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Blitar, bukan sekadar menyajikan lanskap hijau nan sejuk. Di balik hamparan kebun teh yang mengikuti kontur bukit, kawasan ini menyimpan dua daya tarik dengan karakter yang sangat berlawanan: Candi Sirah Kencong dan Air Terjun Sirah Kencong. Satu merupakan warisan sejarah manusia dari masa lalu, sementara yang lain adalah karya alam yang terus bergerak mengikuti aliran waktu.

Ditemukan pada tahun 1967, Candi Sirah Kencong merupakan situs purbakala bercorak Hindu. Meski fisiknya tak lagi utuh, sisa struktur batu dan reliefnya menjadi bukti nyata bahwa lereng pegunungan Blitar telah menjadi pusat aktivitas keagamaan berabad-abad silam. Salah satu bagian paling memikat adalah relief kisah Bubuksah-Gagangaking, relief Jawa Kuno yang mengajarkan bahwa kualitas spiritual seseorang diukur dari perilaku, bukan status sosial.

Ket. Foto: Pengunjung mengamati candi Sirah Kencong di kawasan kebun teh Desa Ngadirenggo, Blitar, Jawa Timur. — Sumber: Antara Jatim/Prasetia Fauzani

Dalam kosmologi Hindu-Buddha Jawa, gunung dipandang sebagai tempat sakral yang dekat dengan hyang/para dewa. Keberadaan candi di kawasan tinggi ini menegaskan pentingnya fungsi pegunungan di masa lalu. Berada di tengah hamparan teh dengan pemandangan terbuka dan kabut yang sering turun, Candi Sirah Kencong menghadirkan suasana hening yang jauh dari keramaian kota.

Beralih dari jejak sejarah, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Sirah Kencong. Lanskap perkebunan yang terbuka secara perlahan berganti menjadi pepohonan rimbun dengan udara lembap yang menenangkan. Perjalanan menyusuri jalur alami ini memberikan pengalaman tersendiri—suara angin, burung, dan serangga hutan bersahutan mengiringi langkah hingga gemericik air mulai terdengar dari kejauhan.

Air terjun ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem lereng Gunung Kawi. Airnya yang jernih dan dingin mengalir di antara bebatuan berlumut, menciptakan ruang rekreasi yang alami. Tanpa wahana buatan, kesederhanaan alam sekitar air terjun justru menjadi daya tarik utamanya untuk melepas penat, dengan tetap memperhatikan keselamatan saat bermain air.

Membaca Perjalanan Waktu

Candi dan air terjun menawarkan dua cara berbeda dalam menikmati Sirah Kencong. Candi adalah saksi bisu yang mengajak menengok masa lalu, sedangkan air terjun adalah denyut alam yang terus berlangsung hingga hari ini. Keduanya dipertemukan oleh waktu dan terbingkai indah dalam hamparan perkebunan teh ­modern.

Menikmati Sirah Kencong berarti menghargai harmoni antara sejarah, alam, dan aktivitas manusia. Keindahannya membawa pesan penting bagi setiap wisatawan untuk turut menjaga kelestarian situs dan kebersihan lingkungan. Di sini, wisatawan tidak hanya diajak menikmati panorama, tetapi juga membaca perjalanan waktu dari jejak peradaban purba hingga kehidupan Blitar ­masa kini. hay

  • Destinasi Wisata

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.