Prancis Siap Menguji Kebangkitan Belgia
Senin, 28 Sep 2026, 06:52 WIBBRUSSEL, BELGIA - Belgia mendapat ujian berat ketika menjamu Prancis dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Roi Baudouin, Selasa (29/9) dini hari WIB. Laga ini menjadi pertemuan dua tim yang sama-sama memasuki babak baru, tetapi dengan persoalan berbeda.
Mark van Bommel tengah membangun kembali Belgia. Sedangkan Zinedine Zidane mulai menghadapi tantangan mempertahankan standar tinggi Prancis setelah era Didier Deschamps.
Belgia membawa modal kemenangan 2-0 atas Italia. Mika Godts membuka keunggulan di babak pertama, sebelum Dodi Lukebakio mengunci kemenangan selepas jeda. Hasil itu memiliki arti penting karena Belgia akhirnya mencatat clean sheet setelah lima pertandingan.
Van Bommel kini menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Prancis memiliki kedalaman pemain menyerang yang menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Namun, Belgia juga memiliki alasan untuk percaya diri. Sebagai tuan rumah, The Red Devils tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir, dengan enam kemenangan.
Persoalannya, statistik pertemuan justru menjadi alarm. Belgia kalah dalam lima pertemuan terakhir melawan Prancis, sejak Juni 2015. Karena itu, pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Van Bommel untuk mengubah catatan tersebut sekaligus mengukur sejauh mana perkembangan tim asuhannya.
Prancis sendiri memulai era Zidane dengan kemenangan 1-0 atas Turki. Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan yang berjalan ketat.
Prancis menguasai 64 persen bola, tetapi dominasi tersebut belum menghasilkan tekanan ofensif yang meyakinkan. Mereka hanya membukukan 1,17 expected goals, bahkan sedikit di bawah Turki dengan catatan 1,21.
Situasi Zidane kemudian menjadi lebih rumit. Mbappe mengalami cedera lutut setelah mencetak gol dan harus menepi selama beberapa pekan. Absennya kapten sekaligus penyerang utama itu memaksa Zidane mengubah komposisi lini depan.
Ousmane Dembele diperkirakan menempati posisi penyerang tengah. Michael Olise dan Desire Doue beroperasi dari kedua sisi. Di lini tengah, Manu Kone berpeluang berduet dengan Adrien Rabiot, sedangkan Rayan Cherki diharapkan menjadi sumber kreativitas dari posisi lebih menyerang.
Kehilangan Mbappe jelas mengurangi opsi Prancis, tetapi catatan tandang memberikan kepercayaan diri. Dalam sembilan laga tandang terakhir, Les Bleus meraih delapan kemenangan dan sekali imbang.
Belgia juga masih kehilangan Leandro Trossard akibat cedera tumit. Godts kemungkinan kembali mengisi sisi kiri dalam trio di belakang Charles De Ketelaere, bersama Kevin De Bruyne dan Diego Moreira. Nathan Ngoy diperkirakan berduet dengan Brandon Mechele di jantung pertahanan, dengan Timothy Castagne dan Maxim De Cuyper mengisi posisi bek sayap. ben/G-1
- Zinedine Zidane
- Pelatih Timnas Prancis
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Indonesia Bidik Jadi Produsen Lobster Budi Daya No.1 Dunia
-
UMKM Babel Wajib Tahu! Dekranasda Beri Edukasi Cara Kelola Keuangan yang Benar
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Merak Aman atau Terganggu? Simak Penjelasan BPBD
-
Pemkab Natuna Menerapkan Belajar dari Rumah di Subi dan Pulau Panjang
-
Deretan Pelatih Baru Siap Unjuk Gigi di UEFA Nations League 2026-27
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.