Hadapi Malaysia Harus Lebih Efektif

Senin, 28 Sep 2026, 07:13 WIB

JAKARTA – Dengan materi selengkap itu, penampilan Timnas sepak bola Indonesia saat menghadapi Singapura sungguh sangat tidak memperlihatkan superioritas. Menang pun yang murni hanya satu ditambah penalti. Bahkan saat melawan 10 pemain, skuad Garuda juga tidak memperlihatkan kehebatan, malah terus ditekan Singapura.

Jika melawan Malaysia hanya main seperti itu, bisa berbahaya bagi Garuda. Mungkin ada 10 tendangan sudut, tak satu pun yang bermanfaat. Jadi, pertandingan Indonesia dan Malaysia di laga kedua Grup A FIFA Asean Cup 2026 akan menjadi ujian taktik sekaligus konsistensi kedua tim. Sama-sama mengoleksi tiga poin dari pertandingan pertama, Skuad Garuda dan Harimau Malaya kini berhadapan untuk memperebutkan posisi teratas dan memperbesar peluang melangkah ke partai final.

Ket. Foto: Pesepak bola Tim Nasional Indonesia menyanyikan lagu Tanah Airku seusai melawan Tim Nasional Singapura dalam pertandingan penyisihan Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (25/9). Timnas Indonesia berhasil menang atas Singapura dengan skor akhir 2-0. — Sumber: ANTARA/M Risyal Hidayat

Indonesia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Singapura. Sedangkan Malaysia memiliki keunggulan produktivitas setelah menang tiga gol tanpa balas atas Bangladesh. Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9) pukul 19.30 WIB, karena itu bukan hanya pertarungan tiga poin. Hasilnya dapat mengubah peta persaingan Grup A sebelum kedua tim menjalani pertandingan terakhir.

Indonesia memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, John Herdman harus menemukan formula yang tepat untuk meningkatkan efektivitas serangan. Kemenangan atas Singapura menunjukkan kemampuan Indonesia mengontrol permainan dan menjaga gawang tetap bersih, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi persoalan.

Indonesia melepaskan 17 tembakan dalam pertandingan tersebut. Namun, hanya dua yang mengarah ke gawang. Statistik itu menunjukkan bahwa dominasi permainan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.

Situasi tersebut menjadi penting karena Malaysia datang dengan lini serang yang lebih produktif. Arif Aiman langsung mencetak dua gol ketika menghadapi Bangladesh, sementara Bergson menyumbang satu gol lainnya. Kondisi itu menjadi gambaran bahwa Indonesia tidak hanya harus menguasai bola, tetapi juga wajib mengantisipasi transisi dan serangan cepat Malaysia.

Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai Indonesia memiliki sejumlah modal positif dari pertandingan pertama. Namun, konsistensi selama 90 menit dan ketajaman penyelesaian akhir harus ditingkatkan. “Finishing juga harus lebih klinis karena di laga kedua melawan tim seperti Malaysia, peluang yang sedikit harus bisa dimaksimalkan,” ujar Luciano.

Menurutnya, pertandingan melawan Malaysia akan memiliki karakter berbeda. Indonesia harus lebih konsisten dalam transisi, duel di lini tengah, serta penyelesaian akhir. “Malaysia juga menang 3-0 pada laga pertama, sehingga Indonesia harus lebih konsisten selama 90 menit, terutama dalam transisi, duel lini tengah dan penyelesaian akhir,” jelasnya..

Herdman memiliki sejumlah pemain yang dapat memberikan variasi dalam membangun serangan. Skuad Indonesia diperkuat pemain seperti Emil Audero, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Thom Haye, dan Ole Romeny.

Persoalan lain adalah kondisi skuad. Indonesia kehilangan sejumlah pemain karena cedera, termasuk kapten Jay Idzes. Mees Hilgers, Miliano Jonathans, Adrian Wibowo, dan Marselino Ferdinan juga dipastikan absen. Kondisi tersebut menuntut Herdman memaksimalkan pemain yang tersedia tanpa mengurangi stabilitas permainan.

Tan Cheng Hoe bahkan telah mempersiapkan trio serangan yang menggabungkan Arif Aiman, Bergson, dan Faisal Halim. Arif dan Faisal merupakan pemain lokal. Bergson merupakan pemain kelahiran Brasil yang telah menjalani proses naturalisasi.

Kehadiran Bergson membuat Malaysia memiliki opsi untuk memainkan serangan yang lebih langsung. Arif dapat bergerak dari area sayap atau ruang antarlini, sementara Bergson menjadi target di depan. Faisal juga dapat memberikan kecepatan dalam situasi transisi.

Rivaltias Panjang

Rivalitas kedua negara menambah tekanan pertandingan. Indonesia dan Malaysia sudah bertemu 99 kali di berbagai ajang. Indonesia mencatat 40 kemenangan, Malaysia 38. Sedangkan 21 pertandingan berakhir imbang. Namun, statistik tersebut hanya menjadi catatan sejarah karena kedua tim kini memiliki wajah yang berbeda.

Perubahan paling mencolok terlihat dari komposisi pemain. Indonesia membawa 17 pemain naturalisasi dan diaspora. Sedangkan Malaysia memiliki 11 pemain yang masuk kategori naturalisasi murni maupun pemain keturunan kelahiran luar negeri. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Indonesia 3-4-2-1

Emil Audero

Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner

Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Dean James, Ragnar Oratmangoen

Luke Vickery, Ole Romeny

Mitchell Baker

Malaysia 4-2-3-1

Syihan Hazmi

Quentin Cheng, Dion Cools, Brad Trapp, La’Vere Corbin-Ong

Manuel Hidalgo, Nooa Laine

Arif Aiman, Stuart Wilkin, Faisal Halim

Bergson

  • Jadwal Timnas Indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.