Menpar Sebut Indonesia Masif Jalin Kolaborasi Global Perkuat Daya Saing dan Kualitas Destinasi Pariwisata
📅 Senin, 10 Agu 2026, 16:02 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pemerintah masif menjalin kolaborasi dengan pihak dari berbagai penjuru dunia untuk memperkuat daya saing serta kualitas destinasi wisata Tanah Air.
“Tujuan kami jelas, menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sumber devisa, sekaligus jalan menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (10/8).
Contoh dari kolaborasi itu menurutnya dapat dilihat dari adanya kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi, termasuk saat mengunjungi Kompleks Candi Prambanan pada bulan Juli 2026.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar India melalui kanal Wonderful Indonesia, media India dan internasional, kampanye digital, penayangan iklan, hingga kolaborasi promosi bersama pelaku industri pariwisata.
Pascakunjungan tersebut, Kementerian Pariwisata juga mendorong kerja sama terpadu melalui penyelenggaraan familiarization trip bersama agen perjalanan dan online travel agent dari India.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah," katanya.
Kementerian Pariwisata juga memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Sosial melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pariwisata menyediakan lahan di kawasan Politeknik Pariwisata NHI Bandung untuk pembangunan sarana pendidikan beserta fasilitas pendukungnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama tersebut juga mencakup penguatan kurikulum sadar wisata, sinkronisasi program peningkatan kesejahteraan sosial di desa wisata dan destinasi, serta pengembangan jalur pendidikan lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat.
Kementerian Pariwisata juga akan mengalokasikan kuota sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui program beasiswa.
Ia juga menyebut kehadiran Kementerian Pariwisata di Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai pengembangan wilayah Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menjadi upaya mewujudkan pembangunan pariwisata yang lebih merata.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menyusun masterplan dispersi wisatawan untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di Bali Selatan sekaligus mempercepat pengembangan destinasi di Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat. Pengembangan tersebut akan diintegrasikan dengan peningkatan konektivitas, pelayanan dasar, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kemudian dalam rangka memperkuat kualitas destinasi, kunjungan kerja ke Belitung untuk meninjau kesiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada Agustus 2026.
Dukungan Kementerian Pariwisata dilakukan melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, serta penyediaan papan informasi dwibahasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!