Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Seorang Pemimpin Geng Duduk di Kursi Terdakwa
📅 Senin, 10 Agu 2026, 14:17 WIB | Oleh: Tim PenulisInvestigasi tersebut tersendat selama beberapa dekade karena kurangnya bukti, tetapi kasus yang sudah lama terbengkalai itu dihidupkan kembali dengan diterbitkannya memoar Davis pada tahun 2019.
Dalam buku itu, Davis menceritakan bahwa dia berada di kursi depan Cadillac dan menyerahkan pistol kepada orang-orang di kursi belakang. Tetapi dia tidak menyebutkan siapa yang menembak Shakur. Semua orang yang berada di Cadillac malam itu telah tewas.
Pengungkapan yang merugikan ini konsisten dengan pernyataan yang sebelumnya dibuat Davis kepada wartawan. Namun kali ini, hal itu berbalik menghantuinya dan dia ditangkap pada September 2023.
Davis kemudian menarik kembali pernyataannya dan mengaku tidak bersalah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tidak bersalah. Saya tidak membunuh siapa pun. Tidak pernah membunuh siapa pun," kata Davis pada Maret 2025 dalam sebuah wawancara dari penjara dengan ABC News. "Mereka tidak punya bukti terhadap saya. Mereka bahkan tidak bisa memasukkan saya ke Las Vegas."
Davis kini mengatakan bahwa dia berada di Los Angeles pada malam pembunuhan Shakur dan dia bahkan belum pernah membaca memoarnya sendiri. Dia menegaskan bahwa memoar tersebut dibesar-besarkan oleh rekan penulisnya untuk meningkatkan penjualan buku.
"Saya hanya memberikan detail tentang hidup saya kepadanya," kata Davis. "Lalu dia melakukan penyelidikan kecilnya sendiri dan menulis buku itu sendiri."
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjelang persidangan, pengacara Davis berusaha mencegah buku itu dijadikan bukti, bersama dengan pernyataan yang ia buat dalam wawancara dengan polisi pada tahun 2008 sebagai saksi pembunuhan tersebut.
Proses persidangan akan dimulai dengan pemilihan juri, yang diperkirakan akan memakan waktu satu minggu.
Apa pun putusannya, kemungkinan besar tidak akan memuaskan orang-orang yang dekat dengan Shakur.
Pada bulan Mei, saudara tiri rapper tersebut, Maurice Shakur, mengajukan gugatan kematian tidak wajar di pengadilan perdata.
"Masih ada individu-individu yang terlibat dalam pembunuhan Tupac yang, selama 30 tahun, belum dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka," demikian isi pengaduannya.
Gugatan tersebut mengutip sebuah serial dokumenter TV baru-baru ini berjudul "Sean Combs: The Reckoning," di mana Davis mengatakan dalam sebuah wawancara dengan polisi bahwa Combs, yang sekarang berada di penjara, menawarinya $1 juta untuk membunuh Shakur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!