Ini Peran Scalp Barrier dalam Mencegah Ketombe Berulang
📅 Senin, 10 Agu 2026, 17:40 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Ketombe tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan pertumbuhan jamur di kulit kepala semata. Faktor lain, seperti kondisi lapisan pelindung alami kulit kepala (scalp barrier), kini dinilai turut berperan besar dalam memicu munculnya ketombe dan gangguan kulit kepala berulang.
Pandangan tersebut menjadi salah satu topik utama dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Yogyakarta.
Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 2.000 tenaga medis dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut, salah satu sesi ilmiah secara khusus membahas keterkaitan antara kondisi kulit kepala, produksi sebum, kekuatan barrier, serta keseimbangan mikrobioma.
Sesi bertajuk "Understanding Men's Scalp Vulnerabilities: Sebum, Barrier Strength & Microbiome Imbalance" tersebut dibawakan oleh dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika (DVE), dr. Mufqi Handaru Priyanto, Sp.DVE.
Menurut dr. Mufqi, ketombe memiliki mekanisme yang jauh lebih kompleks daripada sekadar overpopulasi jamur. Kondisi lapisan pelindung kulit kepala yang rusak turut memengaruhi stabilitas lingkungan kulit kepala, sehingga memicu gatal, produksi minyak berlebih, dan ketombe yang terus berulang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketombe tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan jamur penyebab ketombe, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi lapisan pelindung alami kulit kepala atau scalp barrier," ujar dr. Mufqi dalam keterangannya pada Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini melahirkan istilah barrier-driven dandruff, yaitu ketombe yang dipicu oleh terganggunya fungsi scalp barrier. Ketika lapisan pelindung ini rusak, kulit kepala menjadi lebih rentan kehilangan kelembapan dan mengalami ketidakseimbangan yang berujung pada timbulnya ketombe.
Oleh karena itu, pendekatan perawatan ketombe saat ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi serpihan putih yang terlihat, tetapi juga untuk merawat dan memperkuat kondisi kulit kepala secara menyeluruh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kulit Kepala Pria Memiliki Kerentanan Berbeda
Dalam sesi tersebut, dr. Mufqi juga membedah kondisi biologis kulit kepala pria yang memiliki karakteristik khusus sehingga lebih rentan terhadap masalah ketombe.
Tiga faktor utama yang disoroti adalah pengaruh hormon androgen terhadap tingginya produksi minyak, kadar ceramide yang lebih rendah pada kulit kepala pria, serta tingginya potensi ketidakseimbangan mikrobioma.
Produksi minyak yang lebih tinggi memengaruhi ekosistem kulit kepala secara signifikan. Di sisi lain, ceramide merupakan komponen lipid vital yang berfungsi menjaga ketahanan barrier kulit.
Menurut dr. Mufqi, perbedaan kondisi biologis ini membuat kebutuhan perawatan kulit kepala pria memerlukan perhatian serta formulasi yang berbeda.
Meski demikian, timbulnya ketombe tetap dipengaruhi oleh multifaktor. Kondisi fisiologis kulit kepala, produksi sebum, komposisi mikrobioma, hingga faktor lingkungan saling berinteraksi satu sama lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!