BMKG Deteksi 40 Titik Panas di Babel
Senin, 10 Agu 2026, 19:00 WIBPANGKALPINANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendeteksi 40 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut pada Senin 10 Agustus 2026. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan selama musim kemarau.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel, Slamet Supriyadi, mengatakan, puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
"Hotspot ini bukan berarti telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini," kata Slamet saat apel pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di Pangkalpinang, Senin (10/8).
Menurut dia, hotspot berbeda dengan titik api (firespot). Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu yang terdeteksi melalui pemantauan. Sedangkan firespot menunjukkan lokasi kejadian kebakaran.
BMKG, kata Slamet, melakukan pemantauan titik panas setiap hari. Hasil pemantauan tersebut kemudian diinformasikan kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kepulauan Babel untuk diteruskan kepada masyarakat.
"Selama musim kemarau tahun ini, titik panas yang terdeteksi cukup banyak. Tetapi bukan berarti telah terjadi kebakaran di titik tersebut," ujar dia.
Slamet mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau. Kondisi semak belukar dan hutan yang mulai mengering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Ini untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar yang merugikan masyarakat lainnya," kata dia.
Ia menambahkan, imbauan serupa telah disampaikan Gubernur dan Kapolda Kepulauan Babel dalam apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026.
"Hari ini Gubernur dan Kapolda Kepulauan Babel telah melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan sengaja. Karena potensi terjadinya kebakaran cukup tinggi mengingat kondisi semak belukar dan hutan yang mulai mengering," ujar Slamet. ils/I-1
- Titik Panas
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Arab Saudi Kembali Genjot Ekspor Minyak Global ke Level Tertinggi
-
Masalah Pupuk Bersubsidi, Menko Pangan Jamin Tetap Aman untuk Petani
-
PLN Pastikan Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
-
Pacu Modernisasi! Pemkab Batang Lelang Proyek Penerangan Jalan Pintar Rp143,7 Miliar
-
SPBU BP Umumkan Harga Gasoil Turun Jadi Rp21.340/Liter Mulai 1 Juli
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.