Mendag Dorong Kriya Lokal Naik Kelas, Teknologi Jadi Kunci untuk Pengembangannya

Kamis, 08 Okt 2026, 00:12 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak pelaku usaha lokal untuk memadukan produk kriya dengan teknologi sehingga mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap perdagangan dunia.

"Pergeseran geopolitik, transisi menuju ekonomi hijau, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan otomatisasi menuntut pelaku usaha kriya untuk terus beradaptasi. Internasionalisasi produk kriya Indonesia tidak bisa lagi sekadar mengandalkan narasi eksotisme masa lalu," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta, Rabu (7/10). — Sumber: Antara foto/HO Kemendag

Ketika membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta, Rabu, Mendag mengatakan, langkah strategis ini penting untuk menjawab tuntutan konsumen global terhadap produk kriya agar selalu inovatif sekaligus berkelanjutan.

Budi menyampaikan kekuatan kriya Indonesia terletak pada kemampuannya mengawinkan akar budaya Nusantara dengan perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, modernisasi cara berpikir, digitalisasi manajemen rantai pasok, serta penguatan inovasi menjadi langkah penting agar produk kriya Indonesia mampu menguasai pangsa pasar global.

Selain itu, Budi menggambarkan, produk berbasis kearifan lokal seperti anyaman rotan dan ornamen kayu menjadi bagian dari kekuatan kriya Indonesia di pasar dunia.

Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi standar pasar internasional.

Optimisme kekuatan produk kriya Indonesia di pasar global turut didukung kinerja ekspor kriya dan dekorasi rumah Indonesia yang konsisten berada di atas 1 miliar dolar AS sejak 2022.

Pada 2025, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai 1,26 miliar dolar AS. Sementara itu, pada awal 2026, ekspor telah mencapai 821 juta dolar AS atau tumbuh 6,8 persen.

Selain Amerika Serikat dan Eropa sebagai pasar utama, penetrasi produk Indonesia di kawasan Asia juga menunjukkan perkembangan positif, antara lain, ke Thailand yang tumbuh 81,8 persen dan Jepang 28,5 persen.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.