- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wabah Ebola Tewaskan Lebih...
Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo
Sabtu, 03 Okt 2026, 18:32 WIBKINSHASHA â Jumlah kematian akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah melampaui 4.000 orang. Data tersebut disampaikan pemerintah Kongo pada Jumat (2/10) dilansir dari kantor berita Reuters.
Wabah Ebola tersebut merupakan yang terburuk dalam sejarah negara itu dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pengendalian penyebarannya. Wabah ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo.
Wabah tersebut telah menjadi yang terbesar dan paling mematikan di Kongo, setelah melampaui epidemi Ebola yang berlangsung pada 2018 hingga 2020. Wabah Ebola di Kongo kini menjadi yang paling mematikan kedua di dunia.
Posisi pertama ditempati wabah Ebola Afrika Barat yang berlangsung pada 2014 hingga 2016. Wabah tersebut menginfeksi lebih dari 28.600 orang dan menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Data pemerintah Kongo menunjukkan jumlah kematian akibat wabah terbaru mencapai 4.018 orang. Sementara itu, jumlah kasus Ebola yang telah dikonfirmasi mencapai 8.300 kasus yang tersebar di tujuh provinsi.
Lebih dari 2.000 pasien telah dinyatakan pulih dari penyakit tersebut. Pemerintah Kongo sebelumnya melaporkan adanya tanda-tanda perlambatan penularan di sejumlah wilayah.
PBB juga menyampaikan perkembangan serupa pada bulan lalu. Perlambatan tersebut terutama terlihat di beberapa wilayah Provinsi Ituri, yang merupakan wilayah tempat wabah Ebola tersebut pertama kali bermula.
Namun, virus Ebola masih menyebar dengan cepat di wilayah timur Kongo. Penyebaran juga terjadi di Provinsi Kivu Utara yang berbatasan dengan Ituri.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penyebaran penyakit belum sepenuhnya terkendali. Pemerintah Kongo dan PBB masih menghadapi tantangan dalam menghentikan penularan Ebola di sejumlah wilayah.
Provinsi Ubangi Selatan di bagian barat laut Kongo menjadi wilayah ketujuh yang melaporkan wabah tersebut pada bulan lalu. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Kongo masih menghadapi tantangan besar dalam menghentikan wabah Ebola yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Monitor Gaming Native 1000Hz dari LG Mulai Pre-Order di Indonesia
-
Viral Surabaya Disebut Dilintasi Dua Patahan, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Perlu Bukti Ilmiah
-
Jangan Panik! Ini SOP yang Aman Saat Mobil Mogok di Perjalanan
-
PKK Jaksel Edukasi Pilah Sampah untuk Hidupkan Ekonomi Keluarga
-
Pameran filateli di Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.