IHSG Hari Ini Gagal Bangkit, Gejolak Global dan Faktor Domestik Bikin Pasar Tertekan
Rabu, 29 Jul 2026, 17:20 WIBJAKARTA â Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari eksternal, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global, tensi geopolitik, dan pergerakan harga komoditas masih memengaruhi aliran modal.
Sementara dari dalam negeri, investor juga mencermati prospek pertumbuhan ekonomi, kinerja emiten, serta arah kebijakan fiskal dan moneter.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham masih berada dalam fase wait and see, sehingga katalis positif yang lebih kuat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan investor dan menopang penguatan IHSG secara berkelanjutan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/7) sore, ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64 persen ke posisi 6.091,39 terbebani oleh sentimen dari tingkat global dan domestik.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,25 persen ke posisi 606,52.
"IHSG terbebani sentimen eksternal dan internal,â ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (29/7).
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring ketegangan yang kembali meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di tingkat global.
Iran telah menembakkan rudal balistik ke posisi AS di kawasan Timur Tengah, sehingga meningkatkan konflik setelah jeda sementara, namun militer AS mengatakan telah berhasil mencegat apa yang mereka sebut sebagai serangan mendadak Iran yang menargetkan pasukan AS yang ditempatkan di seluruh Timur Tengah.
Di sisi lain, militer AS melakukan serangan bersama pasukan Saudi di Irak, dan menargetkan kelompok militan yang didukung Iran sebagai tanggapan terhadap serangan pesawat tak berawak yang diarahkan Iran.
Di Selat Hormuz, Iran menolak proposal Oman untuk membagi kendali jalur pelayaran, serta bersikeras bahwa jalur masuk dan sebagian jalur keluar tetap berada di bawah kendali Teheran.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral AS atau FOMC The Fed, dengan probabilitas sebesar 67,9 persen diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Dari dalam negeri, mundurnya secara mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapatkan perhatian dari Lembaga pemeringkat kredit global Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.
Lembaga tersebut memiliki pandangan terkait kredibilitas kebijakan moneter, independensi bank sentral, serta konsistensi arah kebijakan ekonomi akan menjadi penentu dalam menjaga kepercayaan pasar.
âPandangan dari lembaga tersebut tentunya ini menjadikan kehati-hatian pelaku pasar yang cenderung wait and see menantikan pemimpin definitif BI yang kredibel,â ujar Nico.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,19 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,06 persen.
Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,49 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 2,44 persen dan 1,69 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu MGNA, DWGL, ECII, NEST, dan BACH. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ELPI, MPRO, MCAS, BAJA dan KOBX.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.955.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 38,80 miliar lembar saham senilai Rp22,95 triliun. Sebanyak 186 saham naik, 494 saham menurun dan 285 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1,03 persen ke 61.724,00, indeks Shanghai menguat 0,40 persen ke 3.828,47, indeks Hang Seng menguat 1,96 persen ke 25.807,92, indeks Kospi melemah 5,98 persen ke 5.663,24, dan indeks Strait Times menguat 1,57 persen ke 5.704,54.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SE KPK Harus Jadi Pedoman Pemda Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB
-
Layanan paspor Minggu Ceria Imigrasi Kendari
-
Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel Mengundurkan Diri secara Massal
-
Tim Piala Dunia, Belanda Makin Tajam, Bisa Jadi Salah Satu Favorit Melaju Jauh
-
Gubernur Pramono Anung Sebut Lift JPO Lenteng Agung Dirusak Oknum Tak Bertanggung Jawab
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.