Berkualitas Premium, Pisang Mas Kirana Lumajang Jajaki Pasar Singapura
Sabtu, 12 Sep 2026, 09:09 WIBLUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bersama Food and Agriculture Organization (FAO) bertemu calon mitra dari Singapura, menjajaki pasar Singapura untuk komoditas unggulan pisang mas Kirana, dengan membahas karakter produk, kebutuhan pasar, kesiapan pasokan, umur simpan, hingga kemungkinan pengiriman percobaan.
"Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter pisang mas Kirana sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru dalam keterangannya, Sabtu.
Bagi ratusan petani yang mengembangkan komoditas itu, proses tersebut memiliki arti lebih dari sekadar memperkenalkan buah ke luar negeri. Jika nantinya berkembang menjadi kerja sama perdagangan, maka rantai pemasaran yang lebih luas diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi produk yang dihasilkan dari kebun mereka.
"Pisang mas Kirana merupakan pisang lokal premium yang sudah memiliki indikasi geografis. Dari sisi kualitas, produk itu memiliki karakteristik yang menarik untuk pasar ekspor, sehingga kami terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan,â tutur Hendra.
Saat ini tercatat sekitar 629 petani yang menanam pisang mas Kirana dengan luas lahan mencapai 238 hektare dan lebih dari 45 ribu pohon produktif, yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang.
"Produksi pisang mas Kirana saat ini sekitar 43,8 ton per bulan. Dengan pengelolaan dan peningkatan produktivitas, kapasitas tersebut diperkirakan berpotensi meningkat hingga sekitar 191 ton per bulan," ungkapnya.
Angka itu menunjukkan Lumajang memiliki basis produksi yang cukup besar. Namun, jumlah produksi saja belum cukup, karena calon pembeli dari Singapura membutuhkan kualitas yang seragam dan pasokan yang konsisten, sehingga pekerjaan di tingkat kebun menjadi bagian penting dari keseluruhan proses.
"Dari sisa keamanan pangan, hasil pengujian yang disampaikan dalam penjajakan juga menunjukkan produk memenuhi standar yang relevan, termasuk SNI dan Codex. Ada aspek keamanan pangan dan identitas produk yang menjadi nilai tambah, sehingga itu kami perkenalkan kepada calon pembeli di Singapura,â kata Hendra.
Ia menjelaskan dalam penjajakan muncul usulan skema transisi yang memungkinkan pembeli melakukan kontrak langsung dengan koperasi atau petani. Sementara proses pengiriman dan pemenuhan ketentuan ekspor pada tahap awal dapat disubkontrakkan kepada eksportir yang telah berpengalaman.
Pisang mas Kirana memiliki ukurannya relatif kecil dan seragam, kulitnya berwarna kuning keemasan, rasanya manis, dan teksturnya renyah. Tingkat kemanisannya berada pada kisaran 22â29 derajat Brix dan produk tersebut juga telah memiliki Indikasi Geografis yang terdaftar pada 2024.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KKP Hentikan Penggunaan 1,72 Hektare Ruang Laut Tak Berizin di Gresik
-
OJK Resmikan Kantor dan Kukuhkan Kepala OJK Provinsi Malut
-
HUT RI ke-81 Jadi Momentum Berbagi, Ojol Disabilitas Terima Bantuan Kaki Palsu
-
Polisi Buru Pelajar Siram Air Keras di Cempaka Putih Barat, Jakpus
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.