Mentan Sebut Kemandirian Pangan Lindungi Rakyat dari Gejolak Global
Sabtu, 12 Sep 2026, 09:20 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan kemandirian pangan penting untuk melindungi rakyat dari gejolak global. Menurut dia, penguatan swasembada pangan juga menjadi bentuk keberpihakan negara kepada petani dan masyarakat kecil.
Hal itu disampaikan Amran saat menjadi keynote speaker dalam Simposium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Simposium bertema âKAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045â digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9) lalu.
âKita harus lindungi rakyat Indonesia. Kita harus lindungi petani. Kita lindungi orang miskin,â kata Amran.
Amran mengatakan perjuangan mencapai swasembada pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi nasional. Menurut dia, kebijakan pangan juga harus memastikan petani mendapat perlindungan agar mampu berkembang.
Ia menyebut Indonesia pernah mencapai swasembada sejumlah komoditas penting pada masa lalu. Namun, kebijakan yang kurang berpihak pada produksi domestik membuat sejumlah komoditas kembali bergantung pada pasokan luar negeri.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat produksi nasional sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap petani. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkokoh ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Amran juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki visi agar setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Kemandirian tersebut dinilai dapat membuat distribusi pangan lebih efisien dan membantu menekan tekanan inflasi.
âMimpi Bapak Presiden pangan kita mandiri setiap pulau,â ujar Amran.
Amran menegaskan agenda swasembada pangan merupakan bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan nasional. Pemerintah juga menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan peluang ekspor. ils/I-1
- Kemandirian Pangan
- mentan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Reformasi PBB Dinilai Mendesak Hadapi Krisis Global
-
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Masih Perlu Menaikkan Suku Bunga Acuan
-
Peringkat Stabil Jangan Dimaknai Seluruh Persoalan Ekonomi Selesai
-
GIHES 2026: Pesantren Jadi Model Pendidikan Holistik untuk Menjawab Tantangan Zaman
-
Pemprov Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta bagi Korban Gempa NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.