Bapanas akan Mobilisasi Stok Cabai Rawit untuk Tekan Harga
Sabtu, 12 Sep 2026, 09:37 WIBJAKARTAÂ - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggerakkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk menekan fluktuasi harga cabai rawit. Bapanas akan memobilisasi stok dari daerah surplus menuju wilayah yang mengalami kenaikan harga.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan FDP perlu segera diterapkan untuk merespons dinamika harga cabai. Bapanas akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menentukan wilayah yang dapat didukung melalui distribusi tersebut.
âUntuk cabai rawit, berdasarkan informasi dari Kediri, saat ini terdapat dinamika harga dan pasokan yang perlu segera kita respons,â ujar Ketut dalam rilis resmi, Jumat (11/9).
Bapanas juga akan kembali melibatkan petani Champion Cabai binaan Kementan dalam mobilisasi pasokan. Cabai dari daerah dengan harga relatif terjangkau akan disalurkan menuju wilayah yang mengalami kenaikan harga.
Ketut mengatakan skema tersebut sebelumnya telah dilakukan dan cukup efektif menekan harga cabai rawit. Pada triwulan pertama 2026, FDP cabai rawit telah memobilisasi 5.590 kilogram dari daerah surplus.
Distribusi sebelumnya mencakup pengiriman cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Cabai juga dikirim ke Lombok Tengah dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Sudi Mardianto, memastikan produksi cabai rawit nasional masih aman hingga akhir tahun. Produksi cabai rawit pada September diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton.
Sudi mengatakan sejumlah petani Champion Cabai binaan Kementan siap mendukung distribusi ke wilayah yang mengalami harga tinggi. Menurut dia, pasokan dapat dimobilisasi apabila koordinasi pemerintah untuk pelaksanaan distribusi telah dilakukan.
Berdasarkan pantauan Bapanas per 10 September, harga cabai rawit rata-rata nasional mencapai Rp81.052 per kilogram. Sulawesi Utara mencatat harga tertinggi Rp152.872 per kilogram, sedangkan Nusa Tenggara Timur terendah Rp56.604 per kilogram.
Bapanas mencatat fluktuasi harga cabai dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kemarau berkepanjangan dan organisme pengganggu tanaman. Alih tanam ke komoditas lain juga turut memengaruhi ketersediaan cabai di sejumlah wilayah. ils/I-1
- Cabai rawit
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Demutualisasi Buka Karpet Merah, Investor Potensial Bidik Saham BEI
-
Presiden Donald Trump Sebut Punya Tiga Strategi Hadapi Iran, Ini Penjelasan Selengkapnya
-
Pemandangan Tak Biasa! Puluhan Pendaki Upacara HUT Ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci
-
BI Buka Babak Baru, Kartu Kredit Indonesia Kini Bidik Masyarakat Umum
-
Perkuat Kolaborasi, Tentara dan Warga Ponjong Gotong Royong Bangun Jembatan untuk Akses Pertanian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.