Fantastis! Latihan Militer Multinasional Kerahkan 5 Kapal Selam dan 190 Pesawat

Rabu, 29 Jul 2026, 13:50 WIB

JAKARTA – Latihan militer multinasional Rim of the Pacific  (RIMPAC) 2026 mempertemukan lebih dari 30.000 personel, 31 kapal permukaan, lima kapal selam, dan lebih dari 190 pesawat untuk berlatih bersama di dan sekitar Hawaii sejak 24 Juni lalu. Penyelenggaraan tahun ini memasuki yang ke-30, sejak latihan maritim internasional itu dimulai pada 1971.

RIMPAC 2028 menguji penggunaan sistem nirawak dan teknologi baru untuk mendukung operasi militer gabungan, sebagai bagian dari lebih dari 35 eksperimen selama latihan.

Ket. Foto: Personel Marinir TNI AL melakukan latihan kamuflase saat latihan bersama dalam ajang RIMPAC 2026 di Hawaii, Amerika Serikat, Kamis (2/7). — Sumber: Antara foto

“Kami juga memasukkan lebih dari 35 eksperimen yang berfokus pada sistem nirawak dan teknologi baru,” kata Commander Combined Task Force (CCTF) RIMPAC 2026 Vice Admiral Jeffrey T. Jablon dalam pengarahan media virtual yang diikuti ANTARA di Jakarta, Rabu.

Jablon mengatakan berbagai eksperimen tersebut dilakukan untuk memahami bagaimana kemampuan teknologi baru dapat diintegrasikan ke dalam operasi militer sekaligus memberikan masukan langsung kepada operator sejak tahap awal pengembangan.

Salah satu eksperimen yang disebutnya bersejarah adalah pengisian ulang perbekalan di laut secara nirawak ketika kapal permukaan nirawak Typhoon secara otonom memasuki well deck USS Essex. RIMPAC 2026 juga mendemonstrasikan pencetakan 3D di kapal yang terhubung dengan pengiriman menggunakan drone otonom.

“Upaya-upaya ini membantu kami memahami bagaimana kemampuan baru dapat diintegrasikan ke dalam operasi, sekaligus memberikan masukan langsung dari para operator di dunia nyata sejak tahap awal pengembangannya,” ucapnya.

Pengujian teknologi tersebut berlangsung di tengah peningkatan kerja sama multinasional dalam RIMPAC. Jablon mengatakan tema kerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan sejalan untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka telah menjadi bagian dari RIMPAC sejak latihan tersebut pertama kali digelar pada 1971.

“Menurut saya, Anda memahami bahwa kerja sama multinasional dengan negara-negara yang memiliki pandangan sejalan untuk menjaga Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka telah menjadi tema utama RIMPAC sejak pertama kali diselenggarakan pada 1971 hingga 2026,” kata Jablon.

Menurut Jablon, RIMPAC pada awalnya hanya melibatkan lima negara pada 1971, tetapi kini telah berkembang menjadi 30 negara, termasuk Indonesia.

Perluasan tersebut, katanya, menunjukkan semakin banyak negara yang memiliki pandangan sejalan bergabung untuk meningkatkan kepercayaan, membangun hubungan, dan meningkatkan kemampuan beroperasi bersama.

Jablon juga menilai perluasan kerja sama tersebut menjadi salah satu dorongan penting dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.