• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Persiapan Masa Depan Anak ...

Persiapan Masa Depan Anak Tak Cukup Hanya Dana Pendidikan

Minggu, 26 Jul 2026, 21:27 WIB

JAKARTA – Mempersiapkan masa depan anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Risiko kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan orang tua dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga.

Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi keluarga untuk mempersiapkan masa depan anak secara lebih menyeluruh. Selain mendukung tumbuh kembang dan menyediakan pendidikan berkualitas, orang tua juga perlu mempertimbangkan kesiapan finansial ketika anak menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.

Ket. Foto: Keluarga dengan seorang anak. Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi orang tua untuk mempersiapkan masa depan anak secara menyeluruh, termasuk melalui perlindungan kesehatan dan kesiapan finansial. — Sumber: Allianz

Berdasarkan Profil Statistik Kesehatan 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 40,12 persen anak balita tercatat mengalami keluhan kesehatan. Angka tersebut menempatkan kelompok balita sebagai salah satu kelompok usia dengan proporsi keluhan kesehatan yang cukup tinggi.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan dapat dihadapi anak sejak usia dini. Karena itu, aspek perlindungan kesehatan menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan masa depan anak.

Pengalaman Allianz Indonesia dalam memberikan perlindungan kepada keluarga juga menunjukkan adanya kebutuhan terhadap perlindungan kesehatan bagi anak. Hingga semester I 2026, perusahaan mencatat telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 119 ribu tertanggung berusia 0 hingga 21 tahun.

Pada periode Januari hingga Juni 2026, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi pada kelompok usia tersebut, dengan 6.269 kasus. Selanjutnya, tercatat 2.536 kasus diare dan 1.672 kasus infeksi tenggorokan.

Dalam periode yang sama, Allianz Indonesia menyebut telah membayarkan total klaim kesehatan lebih dari Rp 212 miliar kepada tertanggung berusia 0 hingga 21 tahun.

Head of Product Allianz Syariah Indonesia, Rina Triana, mengatakan ketika anak mengalami sakit, prioritas orang tua adalah memastikan anak mendapatkan penanganan medis yang terbaik. Menurut dia, kesiapan finansial menjadi penting agar keluarga dapat berfokus pada proses pemulihan tanpa dibayangi kekhawatiran mengenai biaya pengobatan.

“Bagi orang tua, ketika anak sakit, prioritas utama tentu adalah memastikan mereka memperoleh penanganan medis yang terbaik. Karena itu, kesiapan finansial menjadi penting agar perhatian keluarga dapat tetap berfokus pada proses pemulihan anak, tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan maupun terganggunya berbagai rencana yang telah dipersiapkan untuk masa depan mereka,” ujar Rina.

Ia menambahkan, perlindungan kesehatan melalui asuransi dapat menjadi salah satu bentuk antisipasi bagi keluarga dalam menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.

Risiko kesehatan pada anak tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga. Biaya perawatan yang muncul secara tiba-tiba berpotensi mengubah alokasi keuangan yang sebelumnya telah direncanakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan anak.

Berdasarkan Profil Statistik Kesehatan 2025, sekitar setengah dari pengeluaran kesehatan di Indonesia masih ditanggung langsung oleh rumah tangga atau melalui mekanisme out-of-pocket expenditure. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan finansial dalam menghadapi kebutuhan kesehatan yang tidak terduga.

Dengan demikian, perencanaan keuangan keluarga dinilai perlu mencakup sejumlah aspek, mulai dari dana pendidikan dan dana darurat hingga perlindungan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi risiko finansial yang muncul akibat biaya pengobatan tanpa harus mengorbankan rencana jangka panjang.

“Perlindungan kesehatan melalui produk asuransi bukan sekadar membantu membiayai pengobatan ketika risiko terjadi. Lebih dari itu, asuransi membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga agar tujuan jangka panjang, seperti pendidikan dan berbagai rencana masa depan anak, tetap dapat diwujudkan,” kata Rina.

Menurutnya, orang tua perlu memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan mempersiapkannya sejak dini, bukan setelah risiko kesehatan terjadi.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, Allianz Indonesia mengajak masyarakat untuk menjadikan perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan masa depan anak. Persiapan tersebut dinilai penting agar keluarga tidak hanya membantu anak mengejar cita-cita, tetapi juga memiliki ketahanan finansial untuk menjaga keberlanjutan rencana masa depan ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.