Jangan Fomo! Pelari Pemula Simak! Ini Angka Ideal dan Cara Menentukan Pace Lari yang Pas untuk Anda
Minggu, 26 Jul 2026, 21:32 WIBJAKARTA - Menentukan pace lari menjadi salah satu hal yang sering membingungkan bagi pelari pemula. Tidak sedikit orang yang baru mulai berolahraga lari beranggapan bahwa semakin cepat mereka berlari, maka semakin baik pula hasil latihannya. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Dalam dunia lari, pace merupakan salah satu indikator penting yang membantu pelari mengatur ritme dan intensitas latihan. Memahami pace yang sesuai dapat membuat aktivitas berlari terasa lebih nyaman, mengurangi risiko cedera, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara bertahap.
Bagi pelari pemula, fokus utama sebaiknya bukan mengejar kecepatan tinggi, melainkan menemukan ritme lari yang mampu dipertahankan dengan nyaman sesuai kondisi fisik masing-masing.
Pace adalah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menempuh jarak tertentu saat berlari. Umumnya, pace dinyatakan dalam satuan menit per kilometer (menit/km).
Semakin kecil angka pace, semakin cepat kecepatan lari seseorang. Sebaliknya, semakin besar angka pace, berarti waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu kilometer semakin lama.
Sebagai contoh:
- Pace 5 menit/km berarti pelari membutuhkan waktu lima menit untuk menempuh satu kilometer.
- Pace 8 menit/km berarti pelari membutuhkan waktu delapan menit untuk menyelesaikan satu kilometer.
Mengetahui pace membantu pelari mengatur ritme agar tidak mengeluarkan terlalu banyak tenaga pada awal latihan atau perlombaan, sehingga energi dapat bertahan hingga akhir.
Berapa pace yang ideal untuk pelari pemula?
Tidak ada angka pasti yang dapat dijadikan patokan untuk semua orang karena pace ideal dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, tingkat kebugaran, pengalaman berlari, kondisi kesehatan, hingga tujuan latihan.
Namun, secara umum pace lari pelari pemula berada pada kisaran 7 hingga 9 menit per kilometer atau sekitar 10 hingga 14 menit per mil.
Rentang tersebut dianggap cukup nyaman bagi sebagian besar orang yang baru mulai berlari. Meski demikian, angka tersebut hanya bersifat sebagai panduan awal, bukan target yang harus dicapai.
Yang terpenting bagi pelari pemula adalah mampu mempertahankan kecepatan secara konsisten tanpa merasa kelelahan berlebihan.
Salah satu cara paling sederhana untuk mengetahui apakah pace sudah sesuai adalah menggunakan metode talk test atau tes berbicara.
Pada pace yang tepat, pelari seharusnya masih mampu berbicara menggunakan kalimat pendek tanpa terengah-engah. Jika napas mulai terasa berat hingga sulit berbicara, kemungkinan kecepatan lari terlalu tinggi sehingga perlu diperlambat.
Metode ini banyak digunakan karena mudah diterapkan tanpa memerlukan alat bantu seperti jam tangan olahraga atau aplikasi pelacak lari.
Contoh pace berdasarkan target waktu
Bagi pelari yang mulai memiliki target waktu tertentu, pace dapat dihitung berdasarkan jarak yang ingin ditempuh.
Sebagai gambaran:
- Untuk menyelesaikan lari 5 kilometer dalam 30 menit, diperlukan pace sekitar 6 menit per kilometer.
- Untuk menyelesaikan lari 5 kilometer dalam 25 menit, diperlukan pace sekitar 5 menit per kilometer.
Meski demikian, target tersebut lebih cocok diterapkan setelah kondisi fisik dan daya tahan tubuh mulai meningkat. Pelari pemula sebaiknya tidak memaksakan diri mengejar pace tersebut apabila belum merasa nyaman.
Mengapa pelari pemula tidak perlu mengejar pace cepat?
Banyak pelari baru yang merasa harus berlari secepat mungkin agar latihan dianggap berhasil. Padahal, berlari terlalu cepat justru dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, napas menjadi tidak teratur, hingga meningkatkan risiko cedera.
Pada tahap awal latihan, tubuh masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan aktivitas lari. Oleh karena itu, menjaga pace yang stabil jauh lebih penting dibandingkan mengejar kecepatan.
Dengan berlari pada pace yang nyaman, tubuh akan lebih mudah meningkatkan daya tahan kardiovaskular, memperkuat otot, serta membangun kebiasaan berolahraga secara konsisten. Ant
- atlet lari
- Latihan Marathon
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pemudik Yang Gunakan Angkutan Umum Meningkat, Anggota Komisi V DPR Beri Catatan Khusus
-
Dinas Pendidikan Mengapresiasi Program Belajar Lapas Gorontalo
-
Merawat Sungai, Merayakan Kota: Winongo Art Festival Angkat Pesona Wisata Air Yogyakarta
-
Tugu Titik Nol IKN jadi Tugu Lorem Ipsum
-
Pemkab Gorontalo Target Stunting Turun Jadi 24 Persen di 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.