Demo Tolak Kereta Cepat Prancis-Italia Ricuh, 60 Polisi Terluka

Minggu, 26 Jul 2026, 20:22 WIB

MOSKOW - Lebih dari 60 aparat kepolisian Italia terluka pada Sabtu waktu setempat (25/7) dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa yang menolak pembangunan jalur kereta cepat yang menghubungkan Turin dan Lyon di wilayah utara Italia.

Menurut laporan surat kabar Corriere della Sera, sekitar 20 ribu demonstran yang tergabung dalam gerakan No Tav (No to High-Speed Trains atau Tolak Kereta Cepat) berpartisipasi dalam aksi protes tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/JEAN-PIERRE CLATOT

Sesaat setelah aksi unjuk rasa dimulai, massa terpecah dan mulai menyerang sejumlah lokasi pembangunan terowongan. Bentrokan paling parah dilaporkan terjadi di wilayah Chiomonte.

“Para pengunjuk rasa menerobos barikade dan memasuki lokasi konstruksi, kemudian mulai melakukan perusakan. Batu, kembang api, hingga bom molotov dilemparkan. Empat kendaraan aparat dibakar, dan lebih dari 60 petugas penegak hukum terluka," tulis artikel pada surat kabar tersebut.

Pihak kepolisian disebut merespons dengan menembakkan meriam air dan gas air mata. Namun, upaya tersebut belum efektif meredam massa lantaran para pengunjuk rasa membawa perlengkapan dan terus memicu kepanikan.

Akibat kerusuhan itu, layanan kereta api yang menghubungkan kota Bussoleno dan Borgone diberhentikan untuk sementara waktu, dan sejumlah ruas jalan tol juga ditutup.

Proyek jalur kereta cepat yang menghubungkan Lyon, Prancis, dan Turin, Italia, itu didukung Uni Eropa. Proyek tersebut mencakup pembangunan terowongan sepanjang 57,5 kilometer yang menembus Pegunungan Alpen, dengan estimasi biaya mencapai lebih dari 26 miliar euro, atau sekitar 29,6 miliar dolar AS. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Lapor Presiden, Menteri PU: Jalan Nasional Flores 100% Sudah Terbuka

Timnas Voli Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final AVC Continental 2026

Tarif Parkir di Jakarta Naik? Dishub DKI Tegaskan Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Hanya Usulan

Datangi Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Karhutla Tak Ancam Habitat Orangutan.

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

Garuda Spark Innovation Hub: Babak Baru Pengembangan Inovasi Daerah

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi.

WhatsApp Buka Suara Terkait Penyebab Banyak Akun Pengguna Terblokir

Tiap Rumah Korban Gempa NTT Disiapkan Bantuan Rp15 Juta

Jelang Aksi 27 Agustus, Kemkomdigi Imbau Tak Sebar Ujaran Kebencian dan Provokasi di Medsos

"Jakarta One Running Series 2026" Hadir di 5 Titik Kota Jakarta, Simak Rangkaian Acaranya!

Calon Gubernur BI Akan Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa

Polresta Tangerang Sekat Jalur Tol dan Stasiun Cegah Massa Aksi ke Jakarta, Inikah Negara Demokrasi?

Petenis Ukraina Hentikan Janice Tjen di Monterrey Open

Bali Makin Jadi Magnet Dunia, Penumpang Asing Dongkrak Trafik Bandara I Gusti Ngurah Rai

Harga Daging Mulai Bergejolak, Bapanas Intervensi Pasar

PLTS Pulau Sembur Jadi Mesin Ekonomi, Warga Tak Lagi Bergantung Genset

WhatsApp Sebut Kesalahan Sistem Buat Banyak Akun Pengguna Terblokir

Demo Besar-besaran pada Kamis (27/8), Polri Imbau Demonstrans Tertib dan Damai

UNDIP Gebrak Pertanian, Sawah Modern Ramah Lingkungan Siap Jadi Percontohan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.