Dinsos: Karawang Jadi Daerah Tujuan Gelandangan, Pengemis, Pemulung, dan Pengamen dari Luar Daerah.

Minggu, 26 Jul 2026, 01:59 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebutkan Karawang kini daerah tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen dari luar daerah, karena bisa mendapatkan penghasilan yang lebih menjanjikan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Karawang, Marwati, di Karawang, Sabtu menyampaikan, selain berstatus daerah kawasan industri, Karawang juga merupakan salah satu daerah perlintasan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pengemis — Sumber: Antara Foto

Hal itu disebutkan menjadi alasan para gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen untuk beraktivitas di daerah sekitar Karawang.

Dinas Sosial bersama Satpol PP Karawang sebelumnya telah melakukan razia terhadap keberadaan gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen. Dalam razia itu terdapat 52 orang yang terjaring.

Setelah dilakukan pendataan, puluhan orang yang terjaring itu ternyata tidak seluruhnya warga Karawang. Mereka ada yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat. Bahkan ada yang dari Lampung dan Jawa Timur.

"Dari 52 orang yang terjaring dalam razia pada Kamis malam (23/7), hanya 34 orang yang tercatat sebagai warga Karawang. Sisanya 18 orang adalah pendatang dari berbagai daerah," katanya.

Marwati mengatakan, mereka yang berasal dari luar daerah merupakan kelompok yang berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Mereka beralasan datang ke Karawang, karena daerah ini lebih menjanjikan untuk memperoleh penghasilan.

Seperti para gelandangan, pengemis dan pengamen, saat beraktivitas di Karawang, mereka bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp70.000-150.000 per hari. Di luar Karawang, pendapatannya tidak sebesar itu.

Kemudian pemulung yang berasal dari luar daerah mengaku bisa menjual barang rongsokan hingga Rp5.000-6.000 per kilogram. Sedangkan di luar daerah masih di bawah harga itu.

"Ada penghasilan yang lebih menjanjikan di Karawang, jadi mereka memilih untuk beraktivitas di wilayah Karawang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Karawang Agus Kurnia menyampaikan, penanganan gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen ini sebenarnya tidak selesai dengan penertiban.

Penanganannya juga harus dilakukan melalui pendekatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan, dan pemulihan fungsi sosial agar mereka dapat kembali menjalankan kehidupan secara lebih mandiri.

Atas hal tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat bisa melapor jika menemukan gelandangan, pengemis, pemulung dan pengamen yang membutuhkan penanganan.

  • Dinas Sosial Karawang

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkab Jayapura Salurkan Telur Ayam Lokal

Jangan Sampai Terjebak Macet! Dishub Rekayasa Lalu Lintas Jelang Peresmian LRT Jakarta, Hindari Jalan Ini

TikTok Didenda Rp500 Miliar di Brasil, Gegara Gagal Lindungi Anak dan Remaja

PLTS 100 GWp Ditargetkan Rampung Tiga Tahun untuk Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Musim Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian akibat Minimnya Pasokan Air

Libur Maulid Nabi, 36.755 Penumpang Gunakan Kereta Api di Wilayah Daop 8 Surabaya

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan 2027 dengan Fokus Meningkatkan Produktivitas Pangan Nasional

Harga Daging Ayam di Temanggung Melonjak, Ternyata Ini Penyebabnya

Berawal dari Video Viral yang Bikin Geger! Polisi Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Pelajar

Banten Pacu Serapan Dana Desa, Koordinasi Diperkuat agar Tak Ada Dana Mengendap

Bukan Soal Taktik! Pelatih Van Gastel Sebut Mentalitas PSIM Yogyakarta Masih Jadi Masalah

Ancaman Karhutla di Depan Mata! Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan

Kota Semarang Jadi yang Terbaik! Juara Umum Peparpeda Jateng 2026 Berhasil Diraih

Deltras FC Siap Tempur! Pelatih Puas Lihat Kondisi Para Pemain

PLN dan TNI Bersinergi, Petugas di Wilayah 3T Sulut Ditempa Jadi Lebih Profesional

Bukan Sekadar Janji! APBEDNAS dan SUCOFINDO Realisasikan Sumur Bor di Bintan

Bukan Sekadar Usaha Kecil! UMKM Mandiri Jayawijaya Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Selat Malaka Jadi Sorotan! Indonesia, Malaysia, Singapura Tegaskan Jalur Pelayaran Harus Tetap Aman

Kekeringan Makin Parah, Bangkalan Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak

Makin Canggih! Kartu Berchip Dipakai Peserta untuk Bisa Mengakses Arena Muktamar NU, Cegah Manipulasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.