• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pelajar Diminta Diajari Ja...

Pelajar Diminta Diajari Jadi Detektif, Ups Mengapa Demikian

Jumat, 18 Sep 2026, 01:02 WIB

JAKARTA – Aada-ada saja usul yang dikemukakan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono. Dia mengharapkan agar para siswa diajari menjadi detektif. Untuk apa anak sekolah mesti menjadi detektif. Nanti dulu, yang dia maksud ada detektif gigi. Dia menyampaikan agar siswa yang bertugas di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) diajari menjadi detektif gigi berlubang dan dilibatkan dalam upaya deteksi dini masalah kesehatan gigi.

Seusai acara peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis, ia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyiapkan kurikulum dan modul pembelajaran untuk mengajarkan masalah kesehatan gigi kepada siswa sekolah.

Ket. Foto: kesehatan gigi — Sumber: ist

"Anak-anak di UKS diajarkan untuk menjadi 'detektif gigi berlubang'. Nah, detektif gigi berlubang ini supaya mereka bisa memeriksa teman-temannya," kata dia. "Kita ajarin, ada kurikulumnya. Kita sudah buat modul kurikulum untuk sekolah dari Kementerian Kesehatan," ia menambahkan.

Setelah mendapat bekal pengetahuan mengenai kesehatan gigi, ia melanjutkan, siswa petugas UKS bisa membantu memeriksa kondisi gigi siswa yang lain dan melapor kepada guru jika mendapati indikasi gigi berlubang dalam pemeriksaan.

"Nanti kalau ketemu gigi berlubang, dilaporkan ke gurunya. Gurunya bisa melakukan rujukan ke puskesmas terdekat," ujarnya. Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa kesehatan gigi dan mulut berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.​​​​​​​

"Masalah gigi bukan cuma kebersihan saja. Masalah gigi tadi sudah disampaikan terkait juga dengan kesehatan di dalam mulut, dan kesehatan di dalam mulut itu terkait juga dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan," ia menjelaskan.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemeriksaan kondisi gigi anak seharusnya tidak hanya dilakukan ketika anak sudah merasakan sakit. Menurut dia, pemeriksaan kesehatan gigi perlu dilakukan secara rutin setiap enam bulan agar masalah kesehatan gigi bisa dideteksi dan ditangani sejak dini.

Wakil Menteri Kesehatan sebelumnya menyampaikan, data pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa 41 persen dari anak-anak yang menjalani pemeriksaan mengalami masalah gigi berlubang. "Makanya kita gerakkan (upaya) kesehatan gigi di sekolah. Salah satunya adalah gerakan preventif dan promotif," katanya.

Sekolah bisa mendukung upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut siswa dengan mengadakan pelayanan pemeriksaan gigi secara berkala. Dante mengatakan, sekolah-sekolah dapat menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan gigi secara berkala dengan dukungan dari pusat pelayanan kesehatan maupun Suku Dinas Kesehatan.


 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.