PBB Peringatkan Siklus Air Bumi Makin Tidak Menentu

Jumat, 18 Sep 2026, 01:00 WIB

Jenewa - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (17/9), memperingatkan bahwa siklus air Bumi semakin tidak menentu, berganti antara kondisi kekurangan dan kelebihan air. Fenomena El Nino yang diperkirakan menjadi yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir juga berpotensi memperburuk tren tersebut.

Tahun 2025 menjadi salah satu tahun terkering bagi sungai-sungai di dunia dalam lebih dari tiga dekade, menurut laporan tahunan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bertajuk State of Global Water Resources.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo — Sumber: afp

Pada tahun yang sama, yang termasuk salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat, gletser menyusut di seluruh wilayah, sementara permukaan air tanah di banyak bagian dunia terus mengalami penurunan selama beberapa tahun.

Dilansir dari AFP, laporan WMO menunjukkan cadangan air tawar Bumi, yang mencakup air dalam tanah, danau, sungai, kelembapan tanah, vegetasi, serta es dan salju, terus menurun selama satu dekade terakhir.

Sejumlah komponen siklus air, seperti curah hujan, aliran sungai, dan kelembapan tanah, dapat berubah dalam hitungan hari atau minggu sebagai respons terhadap kondisi cuaca.

Namun, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menyoroti penurunan "cadangan lambat", seperti air tanah dan gletser, yang selama ini berfungsi sebagai "rekening tabungan" planet.

"Lahan-lahan itu berfungsi sebagai 'penyangga yang menyerap tahun-tahun buruk sehingga satu kekeringan atau satu musim kering tidak langsung berujung pada krisis air'," katanya kepada wartawan.

Saulo memperingatkan bahwa cadangan tersebut kini semakin banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan air.

"Sekarang, kita sedang menguras rekening tabungan itu," katanya. "Kita sedang menghabiskan cadangan kita."

Gletser menyusut dengan kecepatan tinggi. Tahun 2025 menjadi tahun keempat berturut-turut ketika gletser kehilangan massa es secara signifikan di seluruh wilayah.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa antara 2023 dan 2025, gletser kehilangan massa global kumulatif sekitar 1.400 gigaton air. Jumlah itu setara dengan air yang dibutuhkan untuk mengisi sekitar 560 juta kolam renang ukuran Olimpiade atau sekitar sepertiga dari pengambilan air tawar tahunan dunia.

"Air tanah menceritakan kisah yang serupa: hampir dua pertiga sumur yang dipantau di seluruh dunia menunjukkan kondisi di luar norma historis pada tahun 2025," kata Saulo.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya bencana yang berkaitan dengan air.

Bahkan sebelum dampak El Nino semakin terasa, sungai-sungai di berbagai wilayah dunia telah menunjukkan aliran yang "tidak normal".

WMO menyebut 2025 termasuk tiga tahun dengan kondisi aliran sungai paling kering dalam 35 tahun terakhir. Untuk tahun ketujuh berturut-turut, daerah aliran sungai dengan kondisi "normal" juga hanya menjadi minoritas.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.