IJTI Sulsel Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Jumat, 18 Sep 2026, 01:50 WIBMAKASSAR -Â Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan menggelar doa bersama dan penyalaan lilin harapan di Istana Balla Lompa, Kabupaten Gowa, untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kamis (17/9) malam.
"Doa bersama ini disertai menyalakan lilin harapan sebagai bentuk dukungan kami di Sulsel terhadap rekan-rekan kami yang masih hilang dan kini dalam pencarian tim SAR," tutur Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi di Istana Balla Lompa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis malam.
Menurutnya, meski sejauh ini tim pencarian terus berjibaku di hari ke-10 pencarian keberadaan jurnalis yang bertugas meliput kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau bersama tiga awak kapal cepat tersebut, pihaknya tetap menaruh harapan korban bisa ditemukan segera dan keluarga selalu dikuatkan.
Atas kejadian ini, pria disapa akrab Idho ini, kembali mengingatkan protokol keselamatan jurnalis. Sebab, itu menjadi hal sangat penting dalam menjalankan tugas jurnalistik, utamanya musibah bencana, baik terjadi di darat, laut maupun udara.
"Dari organisasi profesi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan teman-teman meliput bencana harus lebih mengutamakan 'safety protocol' atau mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam meliput sebuah bencana. Karena, tidak ada berita seharga nyawa," ucap jurnalis televisi SCTV itu menegaskan.
Ia menekankan, dalam kondisi liputan bencana, mesti dipikirkan secara matang keamanan dan keselamatan ketika ditugaskan dari kantor media masing-masing. Selain itu, koordinasi diperlukan dengan berbagai pihak termasuk kantor, serta memitigasi medan dan bagaimana memetakan situasinya.
Dari kejadian tersebut, perusahaan Pers juga mesti berbenah dan melihat tingkat risikonya saat menugaskan jurnalis meliput di wilayah bencana. Selain itu, individu jurnalisnya meliput di medan bencana, tetap mengedepankan kehati-hatian, kewaspadaan serta memprioritaskan keselamatan diri.
"Semoga ini bisa menjadi refleksi buat teman-teman melihat lebih dalam peristiwa itu. Kita mesti belajar dan mengambil kejadian ini sebagai sebuah pengalaman berharga, bagaimana melindungi diri saat meliput bencana. Kami berharap ke depannya sudah tidak ada peristiwa seperti ini lagi," ucapnya.
Doa bersama tersebut turut dihadiri Kapolresta Gowa Kombes Pol Muhammad Yusuf Usman bersama jajarannya, akademisi UMI Makassar Zakir Sabara beserta sejumlah jurnalis tergabung dalam Koalisi Advokasi Junalis (KAJ) Sulsel.
"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan kita dan rasa belasungkawa terhadap saudara-saudara kita yang kemarin melaksanakan tugas peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau, dan sampai mengorbankan jiwa dan raganya," tutur kapolres.
Ia berpesan kepada jurnalis bahwa keselamatan menjadi hal yang utama ketika melaksanakan tugas. "Perhatikan keselamatan, dan tentu dapat kita melihat potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa kapan saja saat menjalankan tugas liputan," katanya sembari mengapresiasi kolaborasi doa bersama digelar IJTI Sulsel dan Polresta Gowa.
Hingga hari ke-10 pencarian korban lima jurnalis masing-masing, M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency) dan Donal Husni (Jurnalis Lepas) serta tiga kru kapal Surahman (Kapten/Nakhoda Kapal), Sukarman (ABK) serta Heriyanto (Pemandu) belum ditemukan.
- gunung anak krakatau
- jurnalis hilang selat sunda
- ijti sulsel
- doa bersama jurnalis
- safety protocol jurnalis
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang kontak
-
Perkembangan pencarian jurnalis hilang kontak
-
Jangan Sampai Terjebak Macet! Dishub Rekayasa Lalu Lintas Jelang Peresmian LRT Jakarta, Hindari Jalan Ini
-
Hasil Play Off Liga Champions: LASK Balikkan Keadaan, Sabah dan Bodo/Glimt Pastikan Tempat di Fase Grup
-
Hari keenam pencarian jurnalis hilang kontak di Selat Sunda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.