Bupati Banyumas Hentikan Sementara Event Usai Tribun VIP Drift Speed Fest Ambruk
Minggu, 26 Jul 2026, 17:20 WIBPurwokerto - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan investigasi terkait ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, melibatkan seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Pertama, tentu ini kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak. Beberapa hari penyelenggaraan berjalan aman, tetapi pada hari terakhir justru terjadi insiden seperti ini," katanya saat memberi keterangan pers di Purwokerto, Minggu (26/7) sore.
Ia mengatakan proses investigasi saat ini dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa berbagai pihak, mulai dari penyelenggara acara (event organizer/EO), vendor, panitia pelaksana, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya tribun VIP.
Menurut dia, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.
Oleh karena itu, dia bersama panitia penyelenggara dan IMI akan menjenguk para korban yang dirawat di RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi.
Selain penanganan korban, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan membentuk pusat informasi (command center) dan menunjuk satu penanggung jawab informasi (PIC) guna menyampaikan perkembangan penanganan insiden secara terpusat.
"Kita akan membuat command center, kemudian nanti ada satu PIC yang akan menjelaskan supaya kabarnya tidak bias. Ini nanti pasti di media sosial sudah bias sekali. Tidak ada yang menginginkan kejadian ini terjadi," katanya menjelaskan.
Ia mengaku sebelumnya mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun regional di Banyumas sebagai upaya meningkatkan aktivitas daerah.
Akan tetapi, kata dia, insiden ambruknya tribun VIP tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak.
Ia mengatakan penyelenggaraan kegiatan serupa untuk sementara dihentikan hingga proses investigasi selesai dan ada keputusan dari kepolisian serta IMI.
"Saya memang menginginkan ada event setiap bulan di Banyumas. Tapi mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Event seperti ini sementara saya stop sampai ada keputusan dari Polresta dan IMI," katanya.
Terkait jumlah korban, dia mengatakan data resmi masih dalam proses pendataan.
Menurut dia, kepolisian telah memanggil pihak tiket, EO, vendor, panitia, dan IMI untuk memastikan jumlah penonton yang berada di tribun VIP, kapasitas tribun, serta aspek teknis konstruksi yang digunakan.
Olah tempat kejadian perkara juga telah dilakukan oleh kepolisian untuk mengungkap penyebab ambruknya tribun.
Saat ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap korban, dia menegaskan tanggung jawab utama berada pada penyelenggara dan panitia.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga akan ikut memberikan pendampingan karena kegiatan tersebut berlangsung di fasilitas milik pemerintah daerah.
"Yang bertanggung jawab tentunya EO dan panitia. Tapi pemda pun akan ikut bertanggung jawab, meskipun pemda hanya sebagai penyedia tempat," kata Bupati.
Insiden ambruknya tribun VIP terjadi saat panitia membagikan merchandise kepada penonton beberapa menit setelah ajang Drift Speed Fest dibuka oleh Bupati Banyumas pada Minggu (26/7) siang.
Akibat kejadian tersebut puluhan penonton yang berada di tribun VIP berjatuhan dan sebagian di antaranya mengalami luka-luka, sehingga harus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit dengan menggunakan puluhan ambulans.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Amerika Serikat Dibayangi Tekanan Besar di Grup D Piala Dunia 2026
-
Karang Taruna Banyumas Diminta Adaptif di Era Digital dan Jadi Motor Pemberdayaan Pemuda
-
30 Koperasi Desa Merah Putih di Banyumas Dapat Mobil Pikap Mahindra 4x4, Siap Genjot Distribusi Hasil Pertanian!
-
Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Dihentikan, Begini Penjelasan Polisi
-
KPK Tangkap Lima ASN BPK Terkait Kasus Dugaan Suap di Kabupaten Muara Enim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.