Yogyakarta Rayakan Hari Kebaya Nasional, Tradisi Tetap Hidup di Tengah Zaman
Sabtu, 25 Jul 2026, 00:05 WIBYOGYAKARTA â Pelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Upaya melestarikan tradisi, kesenian, bahasa, serta warisan budaya tidak hanya mempertahankan nilai sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk budaya yang bernilai tambah.
Di tengah arus globalisasi, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku budaya, dan generasi muda menjadi faktor penting agar warisan budaya tetap lestari, relevan, dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut Hari Kebaya Nasional menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya dan kecintaan terhadap kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia.
"Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk melestarikan kain dan kebaya sebagai warisan budaya bangsa Indonesia," kata Hasto dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati pada peringatan Hari Kebaya Nasional di Plaza Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta, Jumat (24/7) malam.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempromosikan kain dan kebaya kepada generasi muda dan dunia internasional, serta memakai kain dan kebaya dalam berbagai kegiatan formal dan informal.
"Kebaya telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perempuan Indonesia serta memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi," katanya.
Menurut dia pengakuan UNESCO terhadap kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan menjadi momentum untuk memperkuat upaya pelestarian sekaligus mengenalkan kebaya kepada masyarakat dunia.
"Menjadi cita-cita kita bersama agar kebaya semakin populer, dipakai kapan saja, di mana saja, semakin berkembang. Bahkan semakin mendunia di mancanegara," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan regenerasi menjadi tantangan terbesar dalam upaya melestarikan kebaya.
Menurut dia, pengakuan UNESCO terhadap kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan bukan menjadi akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.
"Regenerasi bukan berarti mengubah nilai kebaya, melainkan menghadirkan kebaya dalam bahasa zaman tanpa harus kehilangan jati dirinya," katanya.
Ia mengatakan generasi muda perlu diberi ruang untuk mencintai kebaya melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman agar mampu menjadi duta budaya Indonesia di panggung dunia.
"Anak-anak muda perlu diberi ruang untuk mencintai kebaya melalui cara-cara yang sesuai dengan dunianya. Mereka akan menjadi duta budaya Indonesia yang mampu membawa pesona kebaya ke panggung dunia," katanya.
Sedangkan pelestari budaya Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam mengatakan Hari Kebaya Nasional bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan gerakan budaya untuk menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kebaya sebagai identitas bangsa dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk memastikan kebaya tetap lestari.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap kebaya akan semakin membumi dan mendapatkan tempat istimewa di ruang-ruang publik modern," kata GKBRAA Paku Alam yang juga merupakan permaisuri dari KGPAA Paku Alam X.
Peringatan Hari Kebaya Nasional Ke-3 digelar di Museum Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta, dengan mengusung tema "Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia".
Kegiatan tersebut diisi berbagai pertunjukan seni dan budaya, penampilan 600 pemain angklung berkebaya, serta dihadiri pegiat budaya, komunitas kebaya, pelaku UMKM, dan masyarakat dari berbagai daerah sebagai bentuk komitmen bersama melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.
- Pemkot Yogyakarta
- Hari Kebaya Nasional
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenag Perketat Izin Operasional Pesantren Lewat Sitren, Fokus Lindungi Santri dari Kekerasan
-
DKI Jakarta Targetkan Juara Umum Peparnas 2028
-
Pemerintah Kota Padang Siapkan 15.586 Kursi SMP untuk Tampung Lulusan SD
-
Wamenekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Bisa Tembus Pasar Global
-
Hagai Pakan: Percaya Diri Jadi Kunci Mix and Match Kebaya agar Tetap Relevan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.