Hagai Pakan: Percaya Diri Jadi Kunci Mix and Match Kebaya agar Tetap Relevan
Kamis, 23 Jul 2026, 04:00 WIBJakarta â Penata busana film pendek Jalan Pulang, Hagai Pakan, mengatakan rasa percaya diri menjadi kunci utama agar masyarakat, khususnya generasi muda, berani mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan.
Menurut Hagai, tren berkebaya saat ini tidak lagi terpaku pada bentuk busana, melainkan pada kreativitas dalam memadupadankan kebaya dengan berbagai item fesyen modern agar tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.
"Kalau sekarang trennya justru lebih di styling-nya. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kebaya klasik dengan padu padan yang nyeleneh, yang kontemporer sehingga bisa relevan untuk berbagai occasion di sehari-hari," kata Hagai saat konferensi pers film pendek Jalan Pulang di Jakarta, Rabu (22/7).
Ia mengatakan masyarakat tidak perlu takut bereksperimen dalam memadukan kebaya dengan berbagai jenis pakaian maupun aksesori selama tetap merasa nyaman dan percaya diri.
"Kalau buat mix and match adalah seberani mungkin dan sepede mungkin. Dan senyaman mungkin. Yang penting kita pede dulu. Kalau sudah pede kita pasti lebih berani," ujarnya.
Menurut Hagai, tidak ada aturan baku dalam memadukan warna, motif, maupun model kebaya. Semua dapat disesuaikan dengan karakter dan gaya masing-masing pemakai.
"Warna, motif, mau apa pun itu aku rasa harus berawal dari pede," katanya.
Ia menjelaskan kebaya klasik kini banyak dipadukan dengan blazer, jeans, celana bahan, hingga dikenakan sebagai luaran (outer). Gaya tersebut membuat kebaya lebih fleksibel digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga kegiatan sehari-hari.
"Baik itu mereka pakai ke kantor, dijadikan dalaman buat jas, atau dipakaikan celana bahan. Ada juga yang dipakai sehari-hari dijadikan outer," ujarnya.
Hagai menilai perkembangan tren tersebut juga didukung semakin banyaknya desainer dan jenama lokal yang mengeksplorasi material serta cara mengenakan kebaya tanpa menghilangkan karakter dasarnya.
Meski demikian, ia meyakini bentuk kebaya klasik akan tetap menjadi pilihan utama. Menurutnya, tren ke depan justru akan lebih banyak bertumpu pada eksplorasi gaya dalam memadukan kebaya dengan elemen busana modern.
"Jadi aku rasa bukan bentuk kebayanya, tapi eksplorasi terhadap model kebaya klasik yang menurut aku akan menjadi tren ke depannya," katanya.
Memilih Bahan
Selain memperhatikan penampilan, Hagai mengingatkan pentingnya memilih bahan pakaian yang sesuai dengan lokasi dan aktivitas agar tetap nyaman dikenakan. Penggunaan dalaman berbahan yang mampu menyerap keringat, menurutnya, dapat menjadi solusi saat mengenakan kebaya berbahan tebal atau digunakan di luar ruangan.
"Yang paling penting adalah memilih jenis bahan sesuai dengan tempat kita mau acara. Memang kita yang perlu lebih pintar menyesuaikan," ujarnya.
Dalam film pendek Jalan Pulang, Hagai menerapkan konsep tersebut pada karakter utama Dara dengan memadukan kebaya kutu baru dan kemeja berkancing sehingga tampil menyerupai blazer. Padu padan itu dipilih untuk menggambarkan karakter perempuan muda yang bekerja di industri gaya hidup dan fesyen.
Ia menegaskan pendekatan tersebut dilakukan agar kebaya tetap menjadi bagian penting dalam cerita tanpa mendominasi emosi film.
"Jangan sampai visualnya mengganggu ceritanya. Dialognya sudah bagus, dalam, tapi bajunya malah overpower. Itu yang harus benar-benar dijaga keseimbangannya," kata Hagai.
Film pendek Jalan Pulang diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. Film garapan sutradara Bramsky itu dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya sebagai bagian dari kampanye untuk mengajak masyarakat memandang kebaya sebagai busana yang tetap relevan di era modern.
- Hari Kebaya Nasional
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.