- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Bentuk Pasukan Intel...
Trump Bentuk Pasukan Intelejen Super untuk Perkuat Dominasi AS di AI
Minggu, 04 Okt 2026, 22:07 WIBWASHINGTON DC â Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembentukan satuan federal baru bernama âSuper Intelligence Forceâ (SIF) yang bertugas mengoordinasikan upaya pemerintah untuk memastikan Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dunia dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Dari Fox News, Trump mengumumkan pembentukan SIF pada Minggu (4/10/) melalui unggahan di platform Truth Social.
Menurut Trump, SIF akan mengoordinasikan keterlibatan pemerintah federal dengan konsumen, kelompok kepentingan publik dan keagamaan, penyedia infrastruktur kritis, serta perusahaan teknologi.
âSuper Intelligence Force bertugas mengoordinasikan upaya Pemerintah Federal untuk memastikan Amerika terus memimpin dunia dalam Super Intelligence,â tulis Trump.
Trump juga menggambarkan teknologi tersebut sebagai perkembangan yang lebih besar dibandingkan Revolusi Industri dan internet.
Menurutnya, teknologi itu harus diarahkan untuk melindungi kepentingan sekaligus meningkatkan kehidupan masyarakat Amerika.
Satuan baru tersebut akan dipimpin pejabat senior pemerintahan dan melapor langsung kepada Trump serta Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.
Pembentukan SIF menjadi bagian dari langkah terbaru pemerintahan Trump dalam memperkuat posisi Amerika Serikat di tengah persaingan teknologi AI global.
Pekan sebelumnya, Trump secara resmi mengganti penyebutan artificial intelligence (AI) menjadi âSuper Intelligenceâ di lingkungan cabang eksekutif pemerintah AS.
Perubahan istilah tersebut dilakukan setelah Trump menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi di Gedung Putih.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin teknologi disebut menandatangani dokumen yang oleh Trump disebut âWhite House Accord on Super Intelligenceâ.
Trump menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai dokumen yang bersifat âmengikat secara moralâ, meskipun bukan aturan pemerintah yang memiliki kekuatan hukum seperti regulasi formal.
âMereka hampir menganggapnya sebagai semacam konstitusi tersendiri,â kata Trump mengenai kesepakatan tersebut.
Sementara itu, CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan melalui X bahwa ia melihat pertemuan tersebut sebagai sebuah âlangkah positifâ.
Pembentukan Super Intelligence Force menunjukkan bahwa pemerintahan Trump menempatkan pengembangan AI sebagai bagian penting dari strategi teknologi nasional Amerika Serikat, dengan fokus mempertahankan keunggulan AS dalam perkembangan teknologi yang dinilai akan berdampak luas terhadap ekonomi, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat.
- Super Intelligence Force (SIF)
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.