• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mike Flanagan Mengaku Belu...

Mike Flanagan Mengaku Belum Menonton Clayface

Minggu, 04 Okt 2026, 22:13 WIB

Sutradara dan penulis Mike Flanagan memberikan penjelasan mengenai keterlibatannya dalam film Clayface, yang akan menjadi bagian dari semesta DC. Meski Flanagan merupakan penulis cerita dan salah satu penulis skenario film tersebut, ia menegaskan bahwa proyek tersebut kini sepenuhnya berada di tangan sutradara James Watkins.

Flanagan bahkan mengaku belum menonton hasil akhir film yang dijadwalkan tayang pada 23 Oktober mendatang.

Ket. Foto: Dalam Clayface, Matt Hagen merupakan seorang pria dari jalanan Gotham yang berhasil meniti karier hingga menjadi aktor Hollywood. Namun, kehidupannya berubah drastis setelah sebuah tindakan kriminal membuatnya mengalami cacat parah. — Sumber: Istimewa

Dalam wawancara dengan ComicBookMovie, Flanagan mengatakan dirinya hanya mengerjakan naskah yang kemudian diserahkan kepada tim produksi.

“Clayface sama sekali bukan film saya. Itu film karya James Watkins,” kata Flanagan.

“Saya menulis naskah yang saya sukai dan menyerahkannya, lalu itu yang terakhir. Saya bahkan belum melihatnya. Saya sangat ingin melihatnya dan melihat apa yang James lakukan dengannya. Tapi itu film James, dan saya sangat bersemangat untuk melihat apa yang telah dia buat.”

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah penggemar menilai Flanagan seolah-olah menjauhkan diri dari film tersebut. Namun, konteks pernyataannya lebih menunjukkan bahwa Flanagan memahami adanya perbedaan antara menulis naskah dan menjadi pembuat film yang menggarap hasil akhirnya.

Naskah Clayface sendiri tercatat ditulis oleh Flanagan bersama Hossein Amini. Flanagan juga mendapatkan kredit sebagai penulis cerita.

Film ini disutradarai James Watkins, yang sebelumnya dikenal lewat film horor Speak No Evil. Sementara pemerannya antara lain Tom Rhys Harries sebagai Matt Hagen, Naomi Ackie, dan Max Minghella.

Dalam cerita Clayface, Matt Hagen merupakan seorang pria dari jalanan Gotham yang berhasil meniti karier hingga menjadi aktor Hollywood. Namun, kehidupannya berubah drastis setelah sebuah tindakan kriminal membuatnya mengalami cacat parah.

Kehilangan karier dan ditinggalkan orang-orang di sekitarnya, Hagen kemudian mencari pengobatan mutakhir yang mampu mengembalikan kondisi fisiknya seperti semula. Namun, perawatan tersebut justru membawa konsekuensi yang tidak terduga terhadap kondisi mentalnya.

Perubahan tersebut kemudian mendorong Hagen menuju jalan kehancuran dan balas dendam.

James Gunn, salah satu pimpinan DC Studios, sebelumnya mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak memiliki rencana untuk membuat film Clayface. Namun, gagasan yang dibawa Flanagan melalui naskah awalnya membuat Gunn berubah pikiran.

“Mike datang. Dia mengusulkan ide yang luar biasa ini. Saya langsung berpikir, 'Astaga, aku tidak percaya kau berhasil membuatku ingin membuat film Clayface,'” ujar Gunn.

Gunn mengatakan draf pertama naskah tersebut sudah bagus, sementara draf keduanya dinilai semakin kuat. Setelah itu, DC Studios memutuskan untuk membawa proyek tersebut ke tahap produksi.

Meski berawal dari gagasan Flanagan, film yang nantinya ditonton penonton merupakan interpretasi Watkins sebagai sutradara.

Gunn juga menggambarkan Clayface sebagai film horor penuh. Film tersebut mendapat rating R karena memuat kekerasan berdarah, adegan mengerikan, bahasa kasar, sejumlah adegan telanjang, serta penggunaan narkoba singkat.

Dengan tanggal rilis yang semakin dekat, pengakuan Flanagan bahwa ia sendiri belum menyaksikan film tersebut justru membuat proses kreatif Clayface semakin menarik. Penonton akan segera melihat seberapa jauh gagasan awal Flanagan berubah setelah diterjemahkan Watkins ke dalam film.

  • Clayface

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.