Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Trading Aset Tertokenisasi Saham AS di Indonesia Tumbuh pada Kuartal II 2026

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 18:47 WIB | Oleh:

Menurut dia, tingginya minat terhadap ETF indeks menunjukkan investor mulai mencari eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat.

"Investor tidak lagi sekadar mengejar satu nama populer, melainkan mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan," ujarnya.

Ke depan, Pintu menyatakan akan terus memperluas pilihan instrumen tertokenisasi berbasis indeks untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada investor Indonesia yang ingin mengakses strategi diversifikasi aset global.

Token Saham Teknologi Juga Menguat

Selain ETF, aset tertokenisasi yang mengacu pada saham perusahaan teknologi Amerika Serikat juga mencatat pertumbuhan aktivitas perdagangan.

Token berbasis saham Apple (AAPLX) menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan volume trading tertinggi pada kuartal II 2026. Volume perdagangannya tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan volume trading juga tercatat pada sejumlah aset lainnya. Token berbasis saham Circle (CRCLX) mengalami kenaikan volume 60 persen, sedangkan token Microsoft (MSFTX) tumbuh 39 persen.

Pada periode yang sama, token berbasis komoditas perak atau tokenized silver juga mencatat pertumbuhan volume trading sebesar 39 persen.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan minat terhadap aset berbasis RWA tidak hanya terkonsentrasi pada satu kategori. Aktivitas perdagangan tercatat tersebar pada berbagai aset, mulai dari saham perusahaan teknologi, aset kripto, hingga komoditas logam mulia.

"Tren kuartal ini menegaskan bahwa ketersediaan pilihan aset RWA yang beragam, didukung dengan edukasi yang tepat, dapat mendorong adopsi RWA secara sehat," ujar Andy.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa aset tertokenisasi tetap merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko. Investor dinilai perlu memahami karakteristik, potensi imbal hasil, serta risiko dari masing-masing aset sebelum melakukan transaksi.

Pintu menyatakan akan terus memperkenalkan dan mengedukasi investor mengenai aset berbasis RWA sekaligus memperluas pilihan instrumen yang tersedia dengan pendekatan yang bertanggung jawab.

Pilihan Aset Tertokenisasi Semakin Beragam

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.