Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Rabu, 22 Jul 2026, 03:17 WIB

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan dengan kekayaan ragam kuliner dan budayanya, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat gastronomi dunia.

Pada acara pembukaan pameran Food and Hospitality Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (21/7), dia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beragam hidangan otentik, kekayaan warisan budaya, dan masyarakat yang ramah.

Ket. Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka acara Food and Hospitality Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). — Sumber: Antara

Dengan modal tersebut, Indonesia bisa menawarkan pengalaman wisata budaya dan gastronomi (perjalanan wisata yang menjadikan makanan dan minuman sebagai daya tarik utamanya) otentik kepada para wisatawan. “Mereka melakukan perjalanan untuk pengalaman otentik dan gastronomi telah menjadi salah satu motivator perjalanan terkuat di dunia,” kata Menpar.

Kemenpar bersama Indonesia Gastronomy Network telah meluncurkan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) untuk mendukung pengembangan wisata budaya dan gastronomi.

Program tersebut mencakup dukungan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus membantu masyarakat lokal.

Menpar mengatakan bahwa pengembangan layanan wisata gastronomi perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan hotel, restoran, dan kafe. “Kualitas hotel, restoran, kafe, layanan pariwisata, dan para profesional perhotelan pada akhirnya membentuk bagaimana pengunjung merasakan Indonesia,” katanya.

Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2026 dilaksanakan dari 21 sampai 24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta.

Penyelenggaraan pameran yang diikuti oleh lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara itu, menurut Menteri Pariwisata mendukung upaya penguatan ekosistem pariwisata Indonesia.

Menurut dia, pameran tersebut dapat mendorong peningkatan inovasi, standar layanan, promosi, dan pertukaran pengetahuan di kalangan para pelaku industri.

Peluang Investasi

FHI 2026, ia melanjutkan, juga membuka peluang investasi dalam infrastruktur perhotelan, teknologi pariwisata cerdas, praktik bisnis berkelanjutan, dan usaha kuliner. “Investasi ini sangat penting untuk mempercepat pengembangan program prioritas pariwisata berkualitas dari Kementerian Pariwisata dan meningkatkan daya saing global Indonesia,” katanya.

“Sama pentingnya, FHI memberdayakan UMKM Indonesia dengan menghubungkan produsen dan pengusaha lokal dengan pembeli dan mitra bisnis internasional,” ia menambahkan.

Di samping mendukung promosi produk kuliner Indonesia ke pasar yang lebih luas, Menteri Pariwisata berharap FHI 2026 dapat menghadirkan ruang kolaborasi untuk meningkatkan usaha pariwisata.

Menpar menyebut ajang pameran dapat memperkuat pariwisata Indonesia terutama dalam industri makanan dan minuman serta keramahtamahan (hospitality).

Widiyanti mengatakan pengembangan sektor tersebut menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global.

Sektor pariwisata di Indonesia sendiri kini tengah menawarkan pengalaman dan kualitas layanan yang berkualitas dalam gastronomi, bidang yang juga sedang dikembangkan menjadi sebuah aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen. Kemenpar saat ini juga sedang menyusun kembali pola perjalanan wisata 4B atau Banyuwangi, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Timur.

Menpar mengatakan pola perjalanan wisata ini penting untuk pemerataan wisatawan yang selama ini bertumpu di perkotaan Bali. “Kondisi kepadatan karena 70 persen wisatawan saat ini berpusat di Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), kita membutuhkan penyebaran daya tarik wisata agar wisatawan turut menyebar,” ujarnya. Ant/S-2

  • pariwisata

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.