'Kami Ingin Perang Darat': Iran Telah Habiskan Puluhan Tahun untuk Menyambut Invasi Darat AS

Selasa, 21 Jul 2026, 00:08 WIB

TEHERAN - Seyed Mohammad Marandi, akademisi Iran-Amerika yang kerap disebut sebagai juru bicara tidak resmi atau "corong" rezim Iran, mengklaim Teheran telah mempersiapkan diri selama puluhan tahun untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat.

Dari Fox News, dalam wawancara dengan analis politik Glenn Diesen, Marandi mengatakan Iran bahkan menyambut kemungkinan operasi darat AS karena meyakini dapat memenangkan perang dalam skenario tersebut. Menurutnya, Washington telah memiliki rencana invasi, meski belum tentu akan segera dilaksanakan.

Ket. Foto: Marandi menegaskan bahwa jika Amerika benar-benar melancarkan invasi darat, Iran yakin memiliki keuntungan strategis dan dapat memanfaatkan medan perang untuk mengalahkan pasukan AS. — Sumber: Istimewa

Marandi, yang pernah menjadi penasihat tim negosiasi nuklir Iran, juga mengungkapkan bahwa Iran baru saja mengerahkan rudal jenis baru ke medan perang. Ia mengklaim persenjataan strategis negaranya telah disebar ke berbagai lokasi dan disimpan jauh di bawah tanah agar tidak mudah dihancurkan oleh serangan udara Amerika.

"Iran tidak menyimpan rudal dan drone dalam satu tempat. Semuanya disebarkan ke berbagai lokasi dan ditempatkan di bawah tanah sehingga tidak bisa dihancurkan sekaligus," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Iran meluncurkan rentetan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas terkait AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Otoritas Yordania mengaku berhasil mencegat sejumlah rudal, sementara Kuwait melaporkan adanya korban jiwa serta kerusakan pada infrastruktur penting.

Sebagai balasan, militer Amerika melancarkan serangan udara ke berbagai sasaran militer Iran, termasuk jembatan, terowongan, pos pengawasan, dan fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Khorramabad, lokasi Pangkalan Rudal Imam Ali yang dikenal sebagai salah satu kompleks rudal bawah tanah utama Iran.

Menurut Marandi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terus memperkuat kemampuan militernya dengan menambah stok rudal dan drone selama beberapa dekade. Ia bahkan mengklaim Iran telah memperkenalkan rudal baru dalam gelombang serangan terbaru.

"Iran telah mengumpulkan rudal dan drone selama puluhan tahun dan terus melakukannya hingga sekarang. Saya yakin semalam mereka memperkenalkan rudal baru ke dalam perang," katanya.

Marandi menegaskan bahwa jika Amerika benar-benar melancarkan invasi darat, Iran yakin memiliki keuntungan strategis dan dapat memanfaatkan medan perang untuk mengalahkan pasukan AS.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata 60 hari yang sebelumnya dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pembicaraan nuklir. Kini, ketegangan kembali meningkat dengan Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam konflik yang terus berkembang.

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.