- Home
-
- Megapolitan
-
- Balai Kota Jakarta Kini Di...
Balai Kota Jakarta Kini Dibuka untuk Warga, Ada Tur, Layanan Publik hingga Komunitas
Jumat, 02 Okt 2026, 13:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka kompleks Balai Kota untuk dikunjungi masyarakat melalui program Namu Balai Kota. Program ini mengajak warga mengenal lebih dekat lingkungan Balai Kota sekaligus menikmati berbagai kegiatan, mulai dari tur sejarah, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga layanan publik.
Namu Balai Kota mulai diuji coba pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dan selanjutnya dibuka setiap Sabtu pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Masyarakat dari berbagai kalangan dapat datang dan mengikuti sejumlah aktivitas yang disiapkan di lingkungan Balai Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembukaan Balai Kota untuk masyarakat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih terbuka. Menurutnya, warga dapat melihat langsung lingkungan tempat pemerintah bekerja sekaligus mengenal sejarah perjalanan Jakarta.
"Balai Kota bukan hanya tempat aparatur pemerintah bertugas, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perjalanan Jakarta. Melalui Namu Balai Kota, kami ingin membuka kesempatan bagi warga untuk datang, berinteraksi, dan melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja melayani kebutuhan mereka," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/10).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menjadi leading sector bersama Jakarta City Branding (JCB) untuk menghadirkan berbagai pengalaman dalam satu kawasan.
Pengunjung dapat mengikuti tur Balai Kota dan menyusuri sejumlah ruang penting, seperti Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City. Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan Jakarta Cinema Experience di Ruang Pola yang menghadirkan sisi kreatif dari perjalanan Jakarta.
Anak-anak juga memiliki aktivitas khusus melalui Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, mereka dapat mencoba pengalaman menjadi reporter cilik sekaligus mengenal proses produksi berita.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Balai Kota memiliki banyak cerita mengenai perjalanan Jakarta yang dapat dikenalkan kepada masyarakat melalui kunjungan langsung. Ia mengajak warga datang bersama keluarga untuk mengenal berbagai ruang di Balai Kota sekaligus menikmati kegiatan yang tersedia.
"Balai Kota punya banyak cerita tentang Jakarta yang mungkin belum diketahui. Datanglah bersama keluarga, ajak anak-anak, kenali ruang-ruang yang menjadi bagian dari perjalanan kota ini, lalu nikmati karya seni, kegiatan komunitas, dan kuliner," tuturnya.
Selain aktivitas wisata dan edukasi, Namu Balai Kota menyediakan Mini Mall Pelayanan Publik bagi masyarakat. Sejumlah layanan dapat diakses dalam satu lokasi, seperti pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan dan layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selain itu, tersedia pembukaan rekening Bank Jakarta, kegiatan pilah sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, layanan kependudukan, serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Namu Balai Kota juga menyediakan Community Playground sebagai ruang interaksi bagi warga dan komunitas. Area tersebut dilengkapi Community Stage yang dapat digunakan untuk pertunjukan musik maupun permainan tradisional.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan pengalaman kunjungan ke Balai Kota juga didukung informasi melalui kanal digital. Masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai Namu Balai Kota melalui laman smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI sebelum merencanakan kunjungan.
"Kami berharap akses ini dapat membantu masyarakat merencanakan kunjungan dan menikmati berbagai pengalaman yang tersedia di Balai Kota," jelas Marulina.
Melalui Namu Balai Kota, Pemprov DKI Jakarta ingin mengubah pengalaman masyarakat terhadap Balai Kota agar tidak hanya dikenal sebagai pusat aktivitas pemerintahan. Warga dapat datang untuk mengenal sejarah Jakarta, mengikuti kegiatan kreatif, menikmati ruang komunitas, sekaligus mengakses sejumlah layanan pemerintah dalam satu kunjungan.
Program tersebut juga menjadi salah satu upaya mempertemukan masyarakat dengan pemerintah melalui ruang yang lebih terbuka dan mudah diakses. Dengan berbagai kegiatan yang tersedia setiap Sabtu, Balai Kota diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi warga untuk mengenal Jakarta sekaligus berinteraksi dengan berbagai layanan dan komunitas.
- Pelayanan Publik
- layanan publik
- JAKI
- Pemprov DKI Jakarta
- Wisata Jakarta
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Balai Kota DKI Jakarta
- Namu Balai Kota
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
TPHP Cengkareng Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata, Ini Respons Pedagang
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Apjatel Minta Penataan Infrastruktur Telekomunikasi Tetap Jaga Keandalan Layanan
-
Marc Marquez Menang di MotoGP Misano 2026 Usai Unggul Poin Atas Jorge Martin
-
Minat Punya Anak Menurun, Krisis Demografi Jepang Makin Dalam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.