Evaluasi Bernardo Tavares Usai Laga Persebaya vs PSIS Semarang Berakhir Imbang 2-2
Minggu, 19 Jul 2026, 20:25 WIBSURABAYA -Â Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menjadikan laga uji coba kontra PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mengukur mentalitas bertanding anak asuhnya di bawah tekanan publik. Hasil dari laga bertajuk "Persebaya 99 Anniversary Game" di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (19/7/2026) ini sengaja dimanfaatkan tim pelatih guna membenahi kelemahan fisik dan taktik menjelang bergulirnya turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
"Kami ingin melihat siapa yang mampu bermain di bawah tekanan. Latihan dan pertandingan memiliki situasi yang sangat berbeda," kata Tavares saat konferensi pers seusai laga Persebaya 99 Anniversary Game di Stadion GBT Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, dirinya sengaja memberi kesempatan bermain kepada hampir seluruh pemain untuk melihat siapa yang mampu mengambil keputusan dengan baik saat tampil di hadapan puluhan ribu pendukung di Stadion Gelora Bung Tomo.
Meskipun demikian, ia mengapresiasi timnya yang mampu menciptakan banyak peluang, tetapi mengakui masih ada kelemahan yang harus segera diperbaiki.
Persebaya, kata dia, kebobolan dua gol akibat kesalahan individu maupun kolektif, sementara penyelesaian akhir juga belum cukup efektif meski memiliki banyak kesempatan mencetak gol.
Selain itu, ia menilai para pemain masih perlu lebih aktif memberikan opsi kepada rekan yang menguasai bola melalui pergerakan tanpa bola agar aliran serangan berjalan lebih cepat dan efektif.
Pelatih asal Portugal itu juga melihat perkembangan positif dari kombinasi permainan yang mulai terbentuk, meski para pemain masih membutuhkan waktu untuk memahami rencana taktik secara utuh setelah baru menjalani masa persiapan sekitar dua pekan.
Ia menambahkan kondisi fisik sejumlah pemain belum sepenuhnya ideal karena baru kembali menjalani latihan, sehingga beberapa di antaranya mulai mengalami penurunan performa setelah bermain lebih dari satu jam.
Namun, Tavares juga menegaskan akan membangun persaingan sehat di dalam skuad dan memastikan setiap orang, termasuk pemain muda dan putra daerah Surabaya, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan tempat apabila mampu menunjukkan kualitasnya selama latihan maupun pertandingan.
"Saya ingin semua pemain siap dan menciptakan persaingan di dalam tim agar kami bisa mengambil keputusan terbaik untuk meningkatkan kualitas Persebaya," ujarnya.
Sementara itu, Rachmat Irianto meminta maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil imbang dari laga yang bertajuk "Persebaya 99 Anniversary Game" itu.
Menurut dia, laga uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk mengevaluasi performa sebelum tampil di Piala Presiden 2026.
"Terima kasih Bonek dan Bonita yang sudah mendukung kami. Saya sebagai pemain juga meminta maaf. Dengan hasil ini kami bisa banyak belajar dan akan memperbaikinya sebelum Piala Presiden bergulir," ujar Rian.
Anak legenda Persebaya Bejo Sugiantoro itu mengatakan, tim pelatih dan seluruh pemain akan memanfaatkan sisa masa persiapan untuk membenahi kekurangan sekaligus mempertahankan hal-hal positif yang sudah ditunjukkan saat menghadapi PSIS.
"Ini kesempatan yang baik buat tim untuk memperbaiki apa kekurangan dan apa kelebihannya," tuturnya.
- bonek
- persebaya surabaya
- rachmat irianto
- bernardo tavares
- persebaya vs psis
- piala presiden 2026
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Bertemu PM Jepang Takaichi di Istana Akasaka
-
Dishub Bali Siapkan Rekayasa Lalin Buat Tekan Macet Sanur
-
PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
-
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik di 204 SD di Aceh Selatan
-
Dinas Pariwisata Kaltim Angkat Pesona Wisata Berbasis Konservasi Mangrove
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.