IPC Terminal Petikemas Catat Volume Bongkar Muat 2,51 Juta TEUs per Agustus 2026
Rabu, 30 Sep 2026, 02:05 WIBJAKARTA -Â IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan lonjakan kinerja operasional dengan volume bongkar muat peti kemas mencapai 2,51 juta TEUs sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
"Kami kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif hingga pertengahan triwulan III tahun 2026," kata Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC Terminal Petikemas (TPK) Daniel Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/9).
Dia menyampaikan capaian itu menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga keandalan layanan bongkar muat peti kemas serta mendorong efisiensi logistik nasional secara berkelanjutan.
Daniel menjelaskan sepanjang Agustus 2026, IPC TPK berhasil mencatatkan arus petikemas sebesar 339.359 TEUs, tumbuh 10,3 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2025 sebesar 307.559 TEUs.
Secara kumulatif, lanjut Daniel, total volume bongkar muat selama Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 2.510.561 TEUs, naik 8,37 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.316.744 TEUs.
"Kami terus berfokus pada optimalisasi fasilitas terminal demi memberikan pelayanan terbaik, efisien, dan tepat waktu bagi seluruh mitra bisnis dan lini pelayaran," ujarnya.
Dia menuturkan pertumbuhan positif tersebut ditopang peningkatan volume bongkar muat di berbagai area operasi terminal yang dikelola oleh IPC TPK. Terminal Teluk Bayur menjadi kontributor dengan lonjakan pertumbuhan tertinggi dengan mencatatkan kenaikan volume sebesar 14,6 persen per Agustus 2026.
Sementara itu, Terminal Tanjung Priok yang menjadi hub utama mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,2 persen, disusul Terminal Panjang dengan kenaikan 10,9 persen, serta Terminal Pontianak yang tumbuh positif sebesar 4,2 persen.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan tren kenaikan volume di seluruh terminal wilayah operasi tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi SDM operasional, serta penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.
Peningkatan efisiensi waktu sandar kapal dan waktu bongkar muat turut menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan operasional yang berkelanjutan.
Ia menambahkan dalam memasuki triwulan akhir tahun 2026, IPC TPK terus memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan di industri logistik dan kepelabuhanan.
"Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ini hingga akhir tahun melalui peningkatan efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa," kata Daniel.
- pelabuhan tanjung priok
- ipc tpk
- ipc terminal petikemas
- bongkar muat peti kemas
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
TransNusa Buka Rute Langsung Bali–Phuket, Perkuat Konektivitas Pariwisata Indonesia–Thailand
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Kayong Utara, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya.
-
Event Akhir Pekan di Jakarta 14-15 Maret 2026: Dari Teater Musikal sampai Pameran Ilustrasi
-
APBD Perubahan Kepri 2025 Disepakati Rp3,93 Triliun, Belanja Daerah Naik
-
IPC TPK Catat Bongkar Muat 2,51 Juta TEUs hingga Agustus 2026, Naik 8,37 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.