Starship SpaceX Capai Orbit Pertama Kali, 26 Satelit Starlink Berhasil Dikerahkan

Rabu, 30 Sep 2026, 02:03 WIB

SOUTH PADRE ISLAND - Megaroket Starship milik SpaceX mencapai orbit untuk pertama kalinya dan berhasil mengerahkan 26 satelit sebelum kembali memasuki atmosfer dan mendarat di Samudra Pasifik pada Senin (28/9), menandai tonggak penting dalam pengembangan wahana antariksa yang menjadi bagian dari ambisi Elon Musk.

Roket raksasa berwarna hitam-perak dengan tinggi lebih dari 120 meter itu lepas landas dari fasilitas SpaceX di Texas pada Senin pagi dalam penerbangan uji ke-14. Misi awal dirancang berlangsung sekitar 10 jam dengan beberapa kali mengorbit Bumi.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Setelah berhasil memisahkan diri dari booster Super Heavy, tahap atas Starship sempat mengalami masalah mesin yang menimbulkan keraguan apakah misi dapat dilanjutkan. Tim kemudian melakukan pembakaran mesin tambahan untuk menempatkan wahana ke orbit.

"Starship bersifat orbital," kata seorang anggota tim peluncuran dalam siaran langsung, yang disambut sorak-sorai staf SpaceX.

Beberapa menit kemudian, Starship mulai mengerahkan 26 satelit Starlink generasi terbaru ke orbit. Pengerahan tersebut menjadi salah satu pencapaian utama misi karena untuk pertama kalinya Starship membawa muatan operasional ke orbit.

Namun, SpaceX kemudian memutuskan memperpendek misi dan melakukan deorbit setelah sekitar tiga jam penerbangan, lebih singkat dari rencana awal 10 jam. Keputusan itu diambil sebagai langkah kehati-hatian setelah muncul masalah pada sistem mesin.

Siaran langsung memperlihatkan tahap atas Starship kembali memasuki atmosfer sebelum melakukan pembakaran mesin untuk memperlambat laju penurunan. Wahana kemudian melakukan pendaratan vertikal di Samudra Pasifik, tetapi sesaat setelah menyentuh permukaan air, Starship miring dan meledak.

Musk menginginkan Starship dapat digunakan kembali dengan cepat, termasuk melalui sistem yang memungkinkan roket ditangkap kembali di dekat menara peluncuran tanpa menyentuh tanah atau air.

Tantangan Masih Panjang

Setelah bertahun-tahun dikembangkan dan diuji di Texas, SpaceX mulai menerbangkan Starship dalam konfigurasi penuh pada 2023. Sejak itu, perusahaan melakukan berbagai modifikasi berdasarkan hasil sejumlah penerbangan uji yang berakhir dengan keberhasilan maupun kegagalan.

Meski berhasil mencapai orbit, masih terdapat tantangan teknis besar sebelum Starship dapat menjalankan misi komersial dan mendukung ambisi Musk menuju Bulan maupun Mars. Salah satu tantangan penting adalah membuktikan kemampuan pengisian bahan bakar di orbit.

NASA juga mengandalkan versi modifikasi Starship untuk mendukung rencana mengembalikan astronot Amerika Serikat ke permukaan Bulan melalui program Artemis.

Kathleen Curlee, analis senior di Center for Security and Emerging Technology Universitas Georgetown, mengatakan kepada AFP bahwa penerbangan tersebut belum dapat disebut "sangat sukses", tetapi memberikan kemajuan signifikan.

"Ini merupakan pencapaian dalam mencapai penerbangan dan mencapai orbit, namun dari metrik dan tujuan SpaceX sendiri, mereka tidak mencapai penerbangan 10 jam dan mengalami masalah mesin," katanya. SB/AFP/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.