- Home
-
- Luar Negeri
-
- Siswa Kelas 3 SD Boyolali ...
Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition
Jumat, 17 Jul 2026, 18:14 WIBBOYOLALI â Di saar anak seusianya masih bermain ponsel dan scrolling Tiktok, Ibrahim Al Abrar, siswa kelas VI SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali, justru berhasil memperoleh Letter of Recognition dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah melaporkan celah keamanan pada salah satu sistem digital milik lembaga tersebut.
Dihimpun dari berbagai sumber, surat penghargaan itu diterbitkan pada 9 Juli 2026 melalui program NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP) yang dikelola melalui platform Bugcrowd. Program tersebut memungkinkan peneliti keamanan siber dari seluruh dunia melaporkan kerentanan sistem secara etis agar dapat segera diperbaiki sebelum dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Temuan Ibrahim berupa kerentanan broken link hijacking, yaitu kondisi ketika sebuah tautan pada situs web masih mengarah ke domain atau layanan yang sudah tidak aktif. Apabila tidak segera diperbaiki, domain tersebut dapat diambil alih oleh pihak lain untuk mengarahkan pengguna ke situs phishing, menyebarkan malware, atau melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pemilik situs resmi.
Alih-alih memanfaatkan celah tersebut, Ibrahim memilih melaporkannya melalui jalur resmi NASA. Proses verifikasi tidak berlangsung singkat. Laporan yang dikirim membutuhkan waktu hampir dua bulan untuk diperiksa. Bahkan, dua laporan sebelumnya sempat ditolak karena dianggap duplikat atau belum memenuhi kriteria. Baru pada laporan ketiga, temuannya dinyatakan valid dan memperoleh pengakuan resmi dari NASA.
"Alhamdulillah, senang," ujar Ibrahim singkat ketika menceritakan keberhasilannya.Â
Ia mengaku bercita-cita menjadi ahli keamanan siber profesional dan ingin mengikuti berbagai kompetisi di bidang teknologi informasi. Saat ini, ia juga mulai membagikan konten edukasi coding melalui akun media sosial pribadinya agar ilmunya dapat bermanfaat bagi orang lain.
Keberhasilan Ibrahim berawal dari ketertarikannya pada dunia pemrograman sejak duduk di bangku kelas IV SD. Awalnya ia belajar membuat kode secara mandiri melalui YouTube. Seiring waktu, minatnya berkembang ke bidang cybersecurity setelah mendapat banyak referensi dari komunitas daring dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana belajar. Menurut ayahnya, Aminuddin Salas, Ibrahim baru mendalami keamanan siber secara serius sekitar enam bulan terakhir.
"Kalau saya latar belakangnya jaringan komputer. Untuk coding dan cybersecurity justru dia belajar sendiri dari internet, tutorial YouTube, AI, dan teman-teman onlinenya," ujar Aminuddin, yang sehari-hari mengajar Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu.
Karena awalnya hanya menggunakan telepon genggam untuk belajar, orang tua Ibrahim kemudian membelikannya komputer bekas agar lebih leluasa menulis kode dan melakukan riset. Menurut Aminuddin, selama kegiatan putranya bersifat positif, keluarga selalu berusaha memberikan dukungan.
Bagi Aminuddin, prestasi putranya menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat global jika memiliki rasa ingin tahu dan kemauan belajar yang tinggi.
"Kalau ada kemauan belajar, sekarang semuanya tersedia. Ada internet, YouTube, sampai AI. Tinggal bagaimana anak memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif," katanya.
Keberhasilan Ibrahim menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi di bidang teknologi. Dengan menjunjung tinggi prinsip ethical hacking dan responsible disclosure, seorang siswa sekolah dasar dari pelosok Boyolali mampu membantu meningkatkan keamanan sistem digital salah satu lembaga antariksa paling bergengsi di dunia
Vulnerability Disclosure Policy sendiri adalah program NASA yang memberi kesempatan kepada peneliti keamanan siber di seluruh dunia untuk melaporkan kerentanan pada sistem digitalnya secara legal dan bertanggung jawab. Setiap laporan akan diverifikasi oleh tim keamanan. Jika terbukti valid, NASA akan memperbaiki celah tersebut dan dapat memberikan apresiasi kepada pelapor atas kontribusinya dalam menjaga keamanan sistem.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Jadwal Semifinal IBL 2026: Satria Muda Kontra Hornbills di Laga Pembuka
-
Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Sorong Digagalkan, Kakatua dan Kasturi Disita
-
Lima Sorotan La Liga Akhir Pekan Ini: Perpisahan Griezmann, Drama Degradasi hingga Perebutan Top Skor
-
Perempuan Wirausaha Jadi Fokus Program Pemberdayaan Baru Sequis Life
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tiba di Jambi, Diserahkan Langsung oleh Al Haris
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.