BRIN Dorong Pemanfaatan Teknologi Pirolisis Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah
Jumat, 17 Jul 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik bernilai rendah sekaligus mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Peneliti Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN Heru Susanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 38 juta ton sampah pada 2024, dengan sekitar 19-20 persen berupa sampah plastik bernilai rendah seperti kantong plastik, kemasan makanan, dan styrofoam yang sulit didaur ulang melalui metode konvensional.
Ia menilai teknologi pirolisis mampu mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.
"Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik bernilai rendah tersebut dapat dikonversi kembali menjadi bahan bakar yang bernilai ekonomi. Teknologi ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular," katanya.
Ia menyebut BRIN telah mengembangkan bahan bakar minyak terbarukan setara solar bernama Petasol yang telah mencapai tingkat kesiapterapan teknologi (TRL) 8â9 dan telah diterapkan di lebih dari 60 lokasi di Indonesia.
Teknologi tersebut memiliki indeks kelayakan teknis 87 persen dengan periode balik modal sekitar 2,4 tahun.
Selain itu, hasil pengujian menunjukkan emisi yang dihasilkan masih berada di bawah baku mutu lingkungan. Berdasarkan kajian Life Cycle Assessment (LCA), emisi dari teknologi pirolisis mencapai sekitar 315 kg COâ ekuivalen per ton, atau hingga lima kali lebih rendah dibandingkan metode open dumping, open burning, maupun insinerasi konvensional.
Melalui riset ini, teknologi pirolisis diharapkan dapat diimplementasikan dan dilakukan replikasi ke berbagai daerah guna mendukung Indonesia bebas sampah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk konsisten dalam melakukan penanganan sampah.
Aksi nyata penanganan darurat sampah dilakukan melalui sebagai langkah konkret dari arahan Presiden RI yang menginstruksikan penguatan konsistensi pembersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penuhi Pasokan Oli ke Indonesia Timur, Pertamina Lubricants Perkuat Production Unit Gresik
-
Pemerintah AS Bakal Bangun Tembok Perbatasan Sepanjang 3,2 Km di Texas
-
Presiden Prabowo Ingatkan Polri Jadi Penjaga Demokrasi dan Lindungi Kebebasan Berpendapat.
-
Menbud Siapkan Langkah Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
-
Susuri Sungai dengan Paddle Board, KemenHAM Kaltim Edukasi Warga Jangan Buang Sampah
-
Sukses Haji 2026, Arab Saudi dan Indonesia Sepakat Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
-
Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.