Pemenuhan Gizi Jadi Sorotan dalam Puncak Hari Anak Nasional 2026
Kamis, 30 Jul 2026, 17:15 WIBDEPOK â Pemenuhan gizi kembali menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) menilai pemenuhan gizi pada setiap tahapan usia merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan dalam puncak peringatan HAN 2026 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok, Kamis (23/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, APPNIA sebagai salah satu mitra penyelenggara turut menyediakan makanan dan minuman ringan bernutrisi bagi anak-anak peserta acara. Organisasi tersebut juga memberikan penghargaan kepada dua anak yang berpartisipasi dalam pengibaran bendera Merah Putih dan spanduk HAN melalui aksi rappelling.
Direktur Eksekutif APPNIA Poppy Kumala mengatakan, pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga pengetahuan orang tua dalam menentukan asupan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
"Pemenuhan gizi pada setiap tahap usia merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Namun fondasi tersebut hanya dapat terwujud apabila orang tua, khususnya ibu, memiliki akses terhadap edukasi gizi yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan," ujar Poppy melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (30/7).
Menurut Poppy, tantangan pemenuhan gizi anak saat ini semakin kompleks seiring banyaknya informasi mengenai kesehatan dan gizi yang beredar di media sosial. Tidak seluruh informasi tersebut memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Saat ini banyak informasi beredar di media sosial dan kita tidak selalu bisa memastikan seberapa bertanggung jawab informasi tersebut," katanya.
Karena itu, APPNIA bersama perusahaan anggotanya mendorong edukasi gizi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, dokter anak hingga pakar di bidang terkait. Edukasi tersebut diarahkan agar orang tua dapat memahami kebutuhan gizi anak dan memilih makanan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang.
Anggota APPNIA antara lain Abbott Products Indonesia, Indofood CBP Sukses Makmur, Mead Johnson Indonesia, Nestlé Indonesia, Sanghiang Perkasa/Kalbe Nutritionals, Sarihusada Generasi Mahardhika (Danone Group), dan Wyeth Nutrition Sduaenam.
"Kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri, harus bersinergi agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak keluarga," ujar Poppy.
Anak Sampaikan Aspirasi tentang Gizi
Puncak HAN 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Kegiatan dikemas dalam Festival Budaya Anak dengan menempatkan anak sebagai pelaku utama.
Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, acara tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi melalui Suara Anak Indonesia.
Salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan pemenuhan gizi. Anak-anak mendorong agar kebutuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak Indonesia mendapat perhatian lebih besar.
Mereka juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program pemenuhan gizi, memperluas edukasi mengenai gizi, serta meningkatkan akses terhadap makanan bergizi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengatakan, pemenuhan hak anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurut dia, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena hak anak harus dipenuhi semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci," kata Veronica.

Poppy Kumala, Direktur Eksekutif APPNIA, bersama jajaran APPNIA, dan Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), memberikan apresiasi kepada anak-anak peserta kegiatan pengibaran bendera dan spanduk Hari Anak Nasional, melalui rappeling pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (30/7).
Ia mengatakan perubahan dalam pemenuhan hak anak tidak dapat dicapai secara instan. Namun, kerja sama yang dilakukan secara konsisten diyakini dapat memberikan dampak bagi anak-anak Indonesia.
Komitmen tersebut, menurut Veronica, juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Dukungan Berlanjut dalam Jelajah SAPA
Puncak HAN 2026 sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali melalui program Jelajah SAPA atau Sambang, Ajak, Pantau, dan Apresiasi.
Program yang digagas Kemen PPPA tersebut menghadirkan ruang dialog dengan anak-anak di berbagai daerah. Kegiatan itu bertujuan mendengarkan aspirasi anak sekaligus memperkuat upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.
APPNIA turut berpartisipasi dalam Jelajah SAPA yang berlangsung di Rusunawa Cakung Barat pada 16 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, APPNIA berdialog dengan anak-anak dan menyerahkan bantuan secara simbolis.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian terhadap pemenuhan gizi sebagai salah satu aspek dalam pemenuhan hak anak.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, rangkaian HAN 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat lingkungan yang memungkinkan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, terlindungi, serta memiliki kesempatan mengembangkan potensi mereka secara optimal.
- Kemen PPPA
- Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA)
- gizi anak
- edukasi gizi
- kesehatan anak
- perlindungan anak
- veronica tan
- Tumbuh Kembang Anak
- Hari Anak Nasional 2026
- pemenuhan gizi anak
- APPNIA
- Jelajah SAPA
- Suara Anak Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Menuju 5 Abad Jakarta: Bamus Betawi Siapkan Langkah Transformasi Menuju Kota Global
-
Langkah Strategis Kemenekraf Berkolaborasi dengan BPI Bikin Film Indonesia Makin Kompetitif
-
Siwo Jaya dan POBSI Jaya Gelar Turnamen Antarwartawan dan Umum Berhadiah Rp15 Juta
-
Anak di Bawah 2 Tahun Dilarang Screen Time, IDAI Waspadai Gangguan Perkembangan
-
Tak Selalu Stunting, Anak Bertubuh Pendek Bisa Dipicu Faktor Hormon dan Genetik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.