UMKM Sudah Waktunya Manfaatkan Teknologi

Kamis, 01 Okt 2026, 01:05 WIB

TANGERANG – Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sudah waktunya keluar zona nyaman dengan memanfaatkan teknologi untuk memperluas jaringan agar bisa menembus pasar global seiring dengan perubahan pola bisnis saat ini. “Beberapa produk lokal sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing, tetapi pelaku usaha masih memerlukan pendampingan untuk memenuhi standar pasar internasional,” tandas Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, Rabu.

Sebab pasar global seperti Eropa dan Jepang menuntut kualifikasi yang sangat ketat. Dia mendorong Dinas untuk terus mendampingi pelaku UMKM dan memenuhi kebutuhan mereka untuk mengembangkan produk ke pasar global menggunakan teknologi. “Saya minta Dinas terkait tak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan atau forum. Pemerintah perlu memetakan kebutuhan, potensi, peluang, dan hambatan yang dihadapi para pelaku usaha agar produk mereka dikenal global,” ujar Pilar.

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan saat memberikan sambutan di depan pelaku UMKM. — Sumber: ANTARA/Irfan

Dia mencontohkan salah satu pelaku industri kecil dan menengah di Taman Tekno, Tangerang, yang mampu mengekspor produk bumbu dan rempah sekitar tujuh ton untuk kebutuhan haji. Menurut Pilar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk dari Tangsel memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih besar apabila mendapat dukungan dan pendampingan yang tepat.

“UMKM memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, di tengah dunia usaha yang terus berubah, pelaku usaha perlu meningkatkan kapasitas manajerial, berinovasi, memperluas akses pasar, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun jaringan usaha yang kuat,” ujar Pilar.

Selain akses pasar, Pilar juga mengingatkan pelaku usaha agar memperkuat kemampuan dalam mengelola keuangan. Perencanaan bisnis perlu dibuat dalam jangka panjang dengan memperhitungkan arus kas, margin keuntungan, risiko, hingga penyusutan aset.Margin haraus diperoleh. Penyusutan aset harus dihitung. Ini kadang belum dippikirkan pelaku UMKM. Misalnya, ada satu mesin industri kecil menengah, tapi tidak dipikirkan penyusutannya.

Pilar juga minta pelaku usaha lebih cermat dalam pembiayaan. Modal, termasuk pinjaman, harus disesuaikan dengan kemampuan membayar dan kebutuhan bisnis agar tidak menjadi beban di kemudian hari. Pemkot Tangerang Selatan, lanjutnya, telah memfasilitas pelaku UMKM lewat “Tangerang Selatan Entrepreneur Hub” sebagai bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan.

“Semoga dalam lima atau 10 tahun ke depan mereka menjadi pengusaha hebat Tangerang Selatan yang bisa memberi sumbangsih bagi negara dan masyarakat,” katanya.

\Petani Muda

Sementara itu, sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendorong kolaborasi strategis antara tunas pengusaha muda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk memberdayakan petani muda serta meningkatkan produktivitas agribisnis. “Upaya sinergi ini difokuskan guna mengembangkan ketahanan komoditas unggulan wilayah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Yudiana.

Dia menuturkan, anak-anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional. Lihatlah sebagai sektor usaha yang berpeluang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik. Yudiana mengungkapkan, melalui peresmian Desa Komoditi dan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.\

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.