Kementan Siapkan Bantuan Rp801 Miliar untuk Pertanian dan Perkebunan di Sumut

Kamis, 16 Jul 2026, 14:20 WIB

MEDAN - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan bantuan sektor pertanian hingga perkebunan senilai Rp801,025 miliar untuk Sumatera Utara pada 2026 guna memperkuat produksi, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan petani.

"Total bantuan pertanian ini dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Kami hanya pembantu untuk (menyalurkan bantuan) sektor pertanian," kata Mentan sebagaimana pernyataan di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7).

Ket. Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman — Sumber: antara foto

Bantuan tersebut dialokasikan untuk sektor tanaman pangan Rp131,293 miliar, hortikultura Rp48,762 miliar, perkebunan Rp131,402 miliar, peternakan Rp3,476 miliar, prasarana dan sarana pertanian Rp3,476 miliar, serta lahan dan irigasi pertanian Rp346,113 miliar.

Khusus subsektor perkebunan, dukungan diberikan bagi pengembangan kakao senilai Rp46,501 miliar, kelapa Rp9,518 miliar, program perkebunan Rp75,171 miliar, dan kopi Rp211 juta.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan memperkuat pembangunan pertanian Sumatera Utara, meningkatkan produktivitas berbagai komoditas unggulan, memperluas kesempatan usaha petani, serta memperkokoh ketahanan pangan dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Adapun Mentan menyampaikan hal itu dalam kuliah umum Kementerian Pertanian RI bertema "Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan" di Universitas Sumatera Utara yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya.

Mentan juga mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara agar berinovasi mengembangkan sektor pertanian dan mengawal keberlanjutan swasembada pangan guna memperkuat ketahanan pangan serta kemajuan Indonesia.

"Menteri itu hanya sementara, selesai jabatan selesai. Yang melanjutkan perjuangan ini adalah anak-anak muda. Karena itu kampus harus melahirkan penemuan-penemuan baru. Kalau ingin Indonesia semakin maju, harus ada new invention, harus ada lompatan inovasi,” ucapnya.

Menurut Amran Universitas Sumatera Utara bisa menjadi pusat lahirnya inovator pertanian yang mampu melanjutkan estafet swasembada pangan nasional.

Ia menekankan masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keberanian generasi muda menghadirkan inovasi, riset, dan teknologi yang menjawab tantangan sektor pertanian.

Amran menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus penghasil inovasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat sektor pertanian.

Lebih lanjut dia menekankan sinergi antara kampus, pemerintah sebagai regulator, dan dunia usaha sebagai pelaku pembangunan menjadi kunci mempercepat transformasi pertanian nasional.

“Kampus adalah sumber dari sumber terbaik. Pemerintah regulator, pengusaha eksekutor. Kami mencoba tiga sektor ini berjalan bersamaan karena tidak mungkin membangun pertanian hanya dari satu sisi,” imbuh Amran.

Karena itu, Mentan mendorong dosen dan mahasiswa terlibat aktif dalam riset, pengembangan teknologi, hingga hilirisasi komoditas pertanian agar hasil penelitian dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Harus ikut serta dosen dan mahasiswa meneliti hilirisasi. Kalau ada penelitian kedelai atau komoditas lain yang bisa memperkuat pangan nasional, langsung kita kerja sama,” katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.