Media Sosial Ubah Cara Mahasiswa Mencari Kost, Ini Temuan Terbaru Cove
Jumat, 26 Jun 2026, 11:15 WIBJAKARTA â Media sosial semakin berperan besar dalam menentukan pilihan tempat tinggal mahasiswa. Riset terbaru yang dilakukan penyedia hunian co-living modern, Cove, menunjukkan sebanyak 63 persen mahasiswa berhasil menemukan kost idaman dalam waktu kurang dari satu bulan, dengan platform digital menjadi sumber informasi utama selama proses pencarian.
Temuan tersebut dipublikasikan menjelang dimulainya semester ganjil tahun akademik baru, ketika ribuan mahasiswa mulai mencari tempat tinggal, baik sebagai mahasiswa baru yang akan merantau maupun mahasiswa lama yang ingin berpindah hunian.
Country Director of Growth & Vice President of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan mahasiswa memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda dibandingkan segmen penghuni lainnya. Selain mempertimbangkan kenyamanan dan produktivitas, mereka juga harus menyesuaikan pilihan hunian dengan anggaran yang terbatas.
"Mahasiswa yang menempati 12,5 persen dari seluruh penghuni Cove memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka membutuhkan kemudahan, ketenangan pribadi, produktivitas, dan interaksi sosial, tetapi dengan alokasi anggaran yang jauh lebih ketat dibandingkan kelompok penghuni lainnya," ujar Dian melalui keteranganya pada hari Kamis (25/6).
Menurutnya, sebagian besar mahasiswa memiliki anggaran sekitar Rp2 juta per bulan untuk kebutuhan tempat tinggal. Karena itu, konsep co-living dinilai mampu menjadi solusi dengan menawarkan hunian berfasilitas lengkap dalam berbagai pilihan harga.
Media sosial menjadi referensi utama
Riset menunjukkan kebiasaan mahasiswa dalam mencari kost kini semakin bergeser dari metode konvensional ke platform digital.
Sebanyak 22 persen responden mengaku menemukan properti melalui konten TikTok Cove, disusul pencarian melalui Google dan Google Maps sebesar 18 persen, serta rekomendasi keluarga atau teman sebanyak 17 persen.
Dian menilai dominasi kanal digital tersebut menunjukkan mahasiswa semakin mengandalkan visualisasi sebelum mengambil keputusan.
Melalui foto, video, maupun ulasan penghuni sebelumnya, calon penyewa dapat menilai kondisi kamar, fasilitas, hingga lingkungan sekitar tanpa harus melakukan survei langsung.
"Sebagai generasi yang digital-first, mahasiswa kini memiliki tingkat kepercayaan yang semakin tinggi terhadap konten di internet dalam menentukan pilihan hunian," katanya.
Privasi menjadi prioritas
Survei juga menemukan bahwa mayoritas penghuni mahasiswa Cove berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun, yakni fase ketika banyak anak muda mulai hidup mandiri jauh dari keluarga.
Lebih dari separuh responden berasal dari Pulau Jawa, diikuti Sumatera dan Kalimantan. Adapun Jakarta masih menjadi wilayah tujuan utama, terutama Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat yang berdekatan dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Menariknya, meski identik dengan kehidupan mahasiswa yang akrab dengan teman sebaya, sebanyak 9 dari 10 responden memilih tinggal sendiri dibanding berbagi kamar dengan orang lain.
Selain mengutamakan privasi, mahasiswa juga menginginkan pengalaman tinggal yang praktis tanpa harus direpotkan berbagai urusan rumah tangga.
Fasilitas kamar yang lengkap menjadi alasan utama memilih hunian, disusul lokasi yang dekat dengan kampus, serta layanan tambahan seperti internet, kebersihan kamar, dan laundry yang telah termasuk dalam biaya sewa.
Lokasi strategis dan harga masih jadi pertimbangan utama
Meski proses pencarian kost relatif cepat, mahasiswa tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Dua kendala terbesar yang paling sering ditemui adalah sulitnya menemukan kost yang berada di lingkungan aman dan nyaman serta lokasi yang benar-benar strategis untuk menunjang aktivitas perkuliahan.
Persoalan berikutnya adalah keterjangkauan harga. Banyak mahasiswa menemukan kost yang sesuai dengan keinginan mereka, tetapi tarif sewanya berada di luar kemampuan finansial.
Sebanyak 40 persen responden mengaku memiliki anggaran bulanan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta yang harus dibagi untuk biaya tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, transportasi, hingga gaya hidup.
Kondisi tersebut membuat segmen Cove Basics, dengan tarif sewa rata-rata sekitar Rp2 juta per bulan, menjadi pilihan yang paling diminati kalangan mahasiswa.
Tren hunian mahasiswa mulai bergeser
Hasil riset ini menunjukkan perubahan perilaku mahasiswa dalam memilih tempat tinggal. Jika sebelumnya pencarian kost banyak dilakukan melalui survei langsung dari satu lokasi ke lokasi lain, kini proses tersebut semakin mengandalkan teknologi digital.
Mahasiswa tidak hanya mencari harga yang terjangkau, tetapi juga mempertimbangkan privasi, fasilitas lengkap, keamanan lingkungan, akses menuju kampus, hingga layanan yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.
Dengan meningkatnya kebutuhan akan hunian yang praktis dan fleksibel, konsep co-living dinilai semakin relevan sebagai alternatif tempat tinggal bagi mahasiswa yang menjalani kehidupan perantauan.
Survei dilakukan sepanjang 2025 secara daring terhadap 166 penghuni Cove di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali. Seluruh responden merupakan mahasiswa yang menyewa properti Cove untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka.
- Properti
- TikTok
- generasi z
- Survei
- Google Maps
- mahasiswa
- Cove
- media sosial
- Co-Living
- Hunian Modern
- Hunian Mahasiswa
- Kost Mahasiswa
- Riset Cove
- Semester Baru
- Tempat Tinggal Mahasiswa
- Sewa Kost
- Cove Basics
- Dian Paskalis
- Digital First
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pemerintah Amankan Ketersediaan Pupuk Subsidi Antisipasi DampaK Konflik Timur Tengah
-
Cek Kesehatan Gratis untuk 2.500 Perempuan di Bekasi, Momentum Bulan Kartini 2026 untuk Deteksi Dini Penyakit
-
Alessandro Bastoni Tegas Pilih Barcelona, Klub Inggris Tersingkir dari Perburuan
-
Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG
-
Tokopedia dan TikTok Shop Gandeng Kemendag Latih Perempuan Pelaku Usaha di Hari Kartini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.