Paus Leo XIV Serukan Persatuan di Hadapan Sejuta Umat Madrid

Senin, 08 Jun 2026, 01:00 WIB

MADRID – Paus Leo XIV memulai kunjungan kenegaraan selama sepekan ke Spanyol dengan membawa pesan tentang perdamaian, dialog, dan migrasi. Kunjungan yang berlangsung hingga 12 Juni itu menjadi lawatan pertama seorang paus ke Spanyol dalam 15 tahun terakhir sekaligus kunjungan pertama Paus Leo XIV ke negara besar anggota Uni Eropa di luar Italia.

Setibanya di Madrid pada Sabtu (6/6), Paus Leo XIV disambut oleh Raja Felipe VI, Ratu Letizia, dan Perdana Menteri Pedro Sanchez. Agenda kunjungan mencakup Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary.

Ket. Foto: Paus Leo XIV melambaikan tangan saat tiba dengan mobil kepausan untuk memimpin Misa Kudus di Plaza de Cibeles di Madrid, Minggu (7/6). Paus mengunjungi Spanyol pada 6-12 Juni dengan singgah di Madrid. — Sumber: AFP/Javier SORIANO

Puncak kunjungan akan berlangsung pada Minggu (7/6), ketika Paus Leo memimpin misa terbuka di Lapangan Cibeles, Madrid, yang diperkirakan dihadiri lebih dari satu juta umat. Untuk mendukung acara tersebut, otoritas Spanyol menyiapkan operasi logistik dan keamanan berskala besar, termasuk panggung utama, tujuh layar raksasa, 608 pengeras suara, 2.300 toilet, 10 titik air minum, serta lebih dari 8.000 pagar pembatas.

Raja Felipe VI dan Ratu Letizia dijadwalkan turut hadir dalam misa tersebut. Setelahnya, Paus Leo akan memimpin prosesi menuju jalan utama Gran Via sebelum kembali ke Lapangan Cibeles. Sepanjang rute prosesi, lebih dari 30.000 bunga anyelir berwarna kuning dan putih, sesuai warna bendera Vatikan, akan menghiasi jalan dalam bentuk karpet bunga.

Ribuan peziarah dari berbagai wilayah Spanyol dan negara lain diperkirakan memadati pusat kota Madrid untuk menyaksikan Paus Leo melintas menggunakan kendaraan kepausan.

Sehari sebelum misa akbar, sekitar 500.000 orang, sebagian besar anak muda, mengikuti doa bersama yang dipimpin Paus Leo di luar Stadion Santiago Bernabéu, markas klub sepak bola Real Madrid. Kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam.

Dalam seremoni penyambutan di Istana Kerajaan Madrid, Paus Leo menyerukan pentingnya persatuan di tengah meningkatnya polarisasi sosial. Ia mengajak masyarakat mengakhiri “narasi yang memecah belah” dan “penyederhanaan yang mandul”. Paus juga memuji Spanyol atas “komitmen aktifnya terhadap perdamaian dan solidaritas antarbangsa” di tengah berbagai konflik internasional, termasuk di Timur Tengah.

Kunjungan ini berlangsung di tengah menurunnya praktik keagamaan tradisional di Spanyol selama beberapa dekade terakhir, meskipun negara tersebut secara historis merupakan salah satu pusat Katolik terpenting di Eropa.

Selain agenda keagamaan, Paus Leo juga dijadwalkan bertemu tokoh-tokoh dari kalangan budaya, olahraga, dan ekonomi guna memperkuat dialog antara agama dan masyarakat sipil modern. Ia juga akan menyampaikan pidato bersejarah di parlemen Spanyol, yang menjadi pidato pertama seorang paus di lembaga tersebut.

Pada Selasa dan Rabu, Paus Leo akan mengunjungi Barcelona untuk memberkati Menara Yesus Kristus di Basilika Sagrada Familia yang baru selesai dibangun. Dengan rampungnya menara tersebut, Sagrada Familia resmi menjadi gereja tertinggi di dunia.

Paus juga dijadwalkan mengunjungi sebuah penjara di wilayah Catalonia dan bertemu para korban pelecehan seksual oleh rohaniwan. Dalam perjalanan dari Roma menuju Madrid, ia menyebut kasus pelecehan seksual sebagai “luka yang masih terbuka” dan berjanji melanjutkan upaya pemberantasannya.

“Saya akan menerima beberapa korban. Sayangnya, tidak mungkin menerima semuanya,” kata Paus Leo.

Isu Migrasi

Fokus penting lainnya dalam kunjungan ini adalah isu migrasi. Pada Kamis dan Jumat, Paus Leo akan berada di Kepulauan Canary, salah satu pintu masuk utama migran dari Afrika Barat menuju Eropa. Di sana, ia dijadwalkan bertemu para migran, pekerja kemanusiaan, serta keluarga korban yang meninggal saat mencoba menyeberangi Samudra Atlantik.

Salah satu migran yang akan menyambut Paus adalah Ousseynou Fall, warga Senegal yang selamat dari perjalanan laut menuju Gran Canaria pada 2020, sementara saudaranya meninggal dalam penyeberangan tersebut.

Kunjungan ke Canary juga mewujudkan rencana yang sebelumnya ingin dilakukan oleh Paus Fransiskus, namun tertunda akibat kondisi kesehatannya sebelum wafat.

Melalui lawatan ini, Paus Leo XIV menegaskan kembali prioritas masa kepausannya, yakni membangun perdamaian, memperkuat dialog sosial, membela kelompok rentan, serta memberikan perhatian khusus terhadap isu migrasi yang menjadi tantangan global saat ini.

  • Paus Leo XIV

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.