Harga Beras Dunia Naik, Indonesia Siap Ekspor ke Malaysia dan Singapura
Kamis, 16 Jul 2026, 16:28 WIB
Jakarta â Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia membidik peluang ekspor beras seiring kenaikan harga beras dunia, didukung surplus produksi nasional, stok yang melimpah, serta stabilitas harga beras di dalam negeri.
"Harga beras dunia sedang naik. Indonesia akan mengambil peluang itu karena sudah ada beberapa negara yang meminta impor. Saat ini prosesnya masih dalam tahap negosiasi," kata Amran dalam keterangannya di Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7).
Berdasarkan data Trading Economics, harga beras dunia pada 15 Juli 2026 mencapai 13,75 dolar AS per kuintal, naik dibandingkan 12,48 dolar AS per kuintal pada 23 Juni 2026. Kenaikan tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
Menurut Amran, Indonesia berada dalam posisi yang menguntungkan karena produksi beras nasional mengalami surplus dan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,3 juta ton.
Ia menegaskan, meski harga beras dunia meningkat, harga beras di dalam negeri tetap stabil berkat kuatnya pasokan hasil produksi nasional. Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan Indonesia semakin kokoh di tengah dinamika pasar pangan global.
Amran mengungkapkan sejumlah negara, di antaranya Malaysia dan Singapura, telah menyampaikan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia. Saat ini pemerintah masih melakukan penjajakan dan negosiasi untuk merealisasikan kerja sama tersebut.
Ia menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto adalah mempertahankan swasembada pangan melalui peningkatan produksi nasional, sekaligus memanfaatkan peluang ekspor apabila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.
Selain memperkuat swasembada beras, pemerintah juga mendorong hilirisasi sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan guna meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Pembahasan Resmi
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti arahan pemerintah dengan mempercepat pembahasan teknis ekspor beras ke Malaysia dan Singapura.
"Kami akan mengejar peluang tersebut dengan memastikan kepastian harga dan mekanisme kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Rizal.
Menurut dia, Bulog masih menunggu kesiapan pemerintah Malaysia untuk menerima pembahasan resmi. Meski demikian, komunikasi dengan kedua negara terus dilakukan agar proses negosiasi dapat segera menghasilkan kesepakatan.
Rizal menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo, ekspor beras harus dilakukan dengan tetap mengutamakan kepentingan petani Indonesia. Harga ekspor harus memberikan keuntungan yang layak bagi petani sekaligus mendukung kepentingan ekonomi nasional.
- Ekspor beras
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tragedi Longsor TPST Bantargebang Telan Korban Jiwa, Malapetaka Sampah Menanti
-
Di Panggung Java Jazz 2026, The Groove Perkenalkan Vokalis Baru Tiara Effendy
-
Jakarta Krisis Sampah, Pemprov DKI Diminta Susun Roadmap Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
-
Telkom Bukukan Laba Bersih Rp17,8 Triliun dan Beri Return Saham 35,7 Persen
-
Rano Hadiri Peluncuran Batik Betawi Sukapura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.