Dari Sorak Sorai Nobar Pildun di Layar Raksasa, Rezeki Mengalir ke Pelaku UMKM Pekanbaru

Kamis, 16 Jul 2026, 16:55 WIB

PEKANBARU – Sorak sorai penonton yang memenuhi area nonton bareng Piala Dunia 2026 di Pekanbaru tidak hanya menjadi penanda semangat mendukung tim favorit.

Di balik riuhnya suasana, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan berkah ekonomi.

Ket. Foto: Deretan tenda UMKM yang meramaikan Festival Rakyat dan Nobar Piala Dunia 2026 di depan Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Riau. — Sumber: ANTARA/Annisa Firdausi.

Festival Rakyat dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 yang digelar Komando Daerah Militer XIX/Tuanku Tambusai menjelma menjadi ruang pertemuan antara hiburan dan perputaran ekonomi lokal.

Sejak sore hingga pertandingan usai, stan-stan kuliner, minuman, hingga produk kerajinan dipadati pengunjung.

Sekitar 40 pelaku UMKM menikmati lonjakan penjualan seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang datang untuk menikmati atmosfer sepak bola bersama.

Momentum ini menunjukkan bahwa sebuah perhelatan olahraga, meski berlangsung ribuan kilometer dari Indonesia, mampu menghadirkan manfaat ekonomi nyata ketika dikemas dalam kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Lebih dari sekadar ajang menonton pertandingan, festival tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi kerakyatan dapat tumbuh dari ruang-ruang kebersamaan.

Ketika antusiasme publik dipadukan dengan pemberdayaan UMKM, setiap sorakan gol bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Salah seorang pelaku UMKM, Bella yang menjual chicken roll dan minuman matcha di lokasi depan Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Kamis menilai bazar yang diselenggarakan tanpa biaya sewa stan maupun listrik memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil.

"Kita bersyukur sekali diadakan bazar gratis ini karena tidak dipungut biaya untuk listrik dan tempat sudah sangat membantu sekali. Pendapatan matcha dan chicken semalam ada Rp300-400 ribu, lumayan lah," katanya.

Sama halnya dengan Bella, Pemilik Dimsum Ummi, Evi juga mengaku antusias mendapat kesempatan berpartisipasi dalam festival tersebut.

Menurutnya, selain menjadi ajang promosi produk, kegiatan itu juga mampu meningkatkan omzet penjualan, terutama saat ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan nonton bareng dua semifinal Piala Dunia 2026.

"Alhamdulillah hari pertama mendapatkan omzet yang cukup. Terlebih lagi pesanan kopi hitam karena bapak-bapak yang ikut nonton Piala Dunia banyak memesan itu,” ujarnya.

Menurut dia, semua difasilitasi di sini mulai dari tenda, listrik dan lampu yang dibutuhkan untuk menunjang penjualan.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami UMKM. Kami merasa benar-benar didukung,” ujarnya.

Ia mengatakan tetap akan berada di lokasi meramaikan Festival Rakyat 2026 hingga laga final Piala Dunia 2026.

Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo saat pembukaan mengatakan festival rakyat itu akan digelar hingga 20 Juli 2026. Pihaknya bersama Lembaga Kantor Berita Negara ANTARA Biro Riau sebagai "event organizer" menghadirkan pasar UMKM, hiburan rakyat, serta kegiatan nobar pertandingan Piala Dunia 2026 sebagai ruang berkumpul masyarakat.

"Hari ini kita bergembira bersama masyarakat dalam Festival Rakyat 2026 sekaligus nonton bola gembira bersama untuk menghibur seluruh masyarakat Pekanbaru," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.