Pemerintah Resmikan PLTS Koperasi Merah Putih Agustus 2026, Pertama di Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026, 16:55 WIB

Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah akan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola Koperasi Merah Putih di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Agustus 2026. Proyek tersebut menjadi langkah awal penguatan peran koperasi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

"Pada akhir Agustus nanti kita akan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas sekitar 0,5 megawatt di Pulau Sembur Laut, Galang Baru, yang dikelola oleh koperasi," kata Ferry dalam acara Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).

Ket. Foto: Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau. — Sumber: Antara

Selain PLTS, pemerintah juga akan meresmikan pabrik crude palm oil (CPO) yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan usaha produktif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ferry optimistis pengoperasian berbagai unit usaha tersebut, ditambah target operasional sekitar 40 ribu KDKMP pada tahun ini, akan meningkatkan aset, volume usaha, serta partisipasi masyarakat dalam gerakan koperasi.

"Apalagi KDKMP akan menyalurkan berbagai barang bersubsidi. Dengan begitu, minat masyarakat untuk menjadi anggota koperasi akan meningkat secara signifikan," ujarnya.

Proyek PLTS tersebut dikembangkan melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dengan Kementerian Koperasi sejak peletakan batu pertama pada Desember 2025. PLTS ini menjadi pembangkit listrik tenaga surya berbasis koperasi pertama di Indonesia.

Berdasarkan laporan Pertamina NRE pada Juni 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai sekitar 80 persen. Pada tahap awal, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilowatt peak (kWp) dan didukung sistem penyimpanan energi berupa baterai berkapasitas 600 kilowatt hour (kWh).

Ke depan, kapasitas pembangkit akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai sekitar 0,5–1 megawatt peak (MWp), disertai penambahan kapasitas sistem penyimpanan energi.

Selain memasok listrik ramah lingkungan, proyek ini juga dilengkapi cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari yang akan dikelola oleh KDKMP untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan di Pulau Sembur Laut. Dengan fasilitas tersebut, pemerintah berharap koperasi tidak hanya menjadi pengelola energi bersih, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.