Cedera Pergelangan Tangan Belum Pulih, Alcaraz Mundur dari Cincinnati Open

Kamis, 06 Agu 2026, 00:24 WIB

CINCINNATI – Kondisi fisik Carlos Alcaraz masih menjadi tanda tanya menjelang US Open 2026. Petenis peringkat kedua dunia itu resmi mengundurkan diri dari Cincinnati Open akibat cedera pergelangan tangan yang belum sepenuhnya pulih.

Keputusan tersebut diumumkan penyelenggara turnamen pada hari Rabu (5/8) waktu setempat dan semakin memunculkan keraguan apakah juara bertahan itu akan mampu mempertahankan gelarnya di Flushing Meadows yang dimulai pada 30 Agustus.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz. — Sumber: ATP

Alcaraz sebenarnya dijadwalkan kembali beraksi di turnamen ATP Masters 1000 yang berlangsung pada 13–23 Agustus tersebut. Turnamen di Cincinnati memiliki arti khusus karena menjadi tempat petenis Spanyol itu meraih gelar pada musim lalu.

Namun, proses pemulihan cedera yang dialaminya sejak April ternyata belum berjalan sesuai harapan.

Petenis berusia 23 tahun itu terakhir kali tampil saat Barcelona Open sebelum memutuskan mundur pada babak kedua akibat cedera pergelangan tangan.

Sejak saat itu, Alcaraz harus menepi dan melewatkan sejumlah turnamen penting, termasuk gagal mempertahankan gelar French Open serta absen di Wimbledon.

Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir Alcaraz sempat memberikan sinyal positif melalui sejumlah video latihan yang diunggah di media sosial. Hal itu memunculkan harapan bahwa dirinya akan kembali bertanding di Cincinnati.

Direktur Turnamen Cincinnati Open, Bob Moran, mengatakan pihaknya memahami situasi yang dihadapi sang juara bertahan.

"Kami tahu Carlos sedang melakukan segala upaya agar bisa kembali bertanding secepat mungkin," ujar Moran dalam pernyataan resminya.

Setelah batal tampil di Cincinnati, kesempatan terakhir Alcaraz untuk mendapatkan pertandingan kompetitif sebelum US Open adalah Winston-Salem Open, turnamen ATP 250 yang dimulai pada 23 Agustus.

Hingga kini, Alcaraz belum memberikan kepastian apakah ia akan ambil bagian dalam ajang tersebut sebagai persiapan menuju Grand Slam terakhir musim ini.

Musim lalu Alcaraz menjuarai Cincinnati Open setelah lawannya di final, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner, tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Momentum itu kemudian berlanjut di US Open, ketika Alcaraz sukses merebut gelar keduanya di Flushing Meadows setelah sebelumnya juga menjadi juara pada edisi 2022.

Memasuki musim 2026, Alcaraz mengawali tahun dengan sangat impresif setelah menjuarai Australia Open , sekaligus menjadi petenis putra termuda yang berhasil melengkapi Career Grand Slam.

Namun, cedera membuat lajunya terhenti. Di saat Alcaraz masih menjalani pemulihan, rival utamanya, Jannik Sinner, berhasil mempertahankan gelar Wimbledon sehingga koleksi gelar Grand Slam petenis Italia itu kini bertambah menjadi lima.

Dengan waktu kurang dari satu bulan menuju US Open, kondisi Alcaraz akan terus menjadi sorotan. Keputusan apakah ia siap mempertahankan gelarnya di New York diperkirakan baru akan ditentukan setelah perkembangan pemulihan cedera dalam beberapa pekan mendatang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.