- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran dan Oman Capai Kesepa...
Iran dan Oman Capai Kesepakatan Selat Hormuz, Negosiasi Nuklir Berpotensi Berlanjut Namun Ketegangan Belum Usai
Kamis, 06 Agu 2026, 00:33 WIBTEHERAN - Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan awal dengan Oman mengenai koordinat jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Kesepakatan itu disebut telah memasuki tahap akhir penyusunan, meski Teheran menegaskan keamanan kawasan belum sepenuhnya terjamin selama masih ada kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Dari The Guardian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kedua negara telah menyepakati koordinat geografis rute pelayaran yang akan digunakan di Selat Hormuz. Saat ini, Iran dan Oman tengah merampungkan pernyataan bersama yang akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai.
Menurut Baghaei, kesepakatan tersebut dapat diumumkan dalam waktu dekat selama tidak ada campur tangan dari pihak ketiga. Meski tidak menyebut nama secara langsung, ia mengisyaratkan bahwa yang dimaksud adalah Amerika Serikat.
"Koordinat geografis rute telah disepakati oleh kedua belah pihak. Pernyataan bersama kini berada pada tahap akhir penyusunan, asalkan tidak ada pihak tertentu yang menghalangi proses ini," ujarnya.
Namun, Baghaei menegaskan bahwa tercapainya kesepakatan dengan Oman tidak otomatis membuat Selat Hormuz menjadi aman bagi seluruh kapal yang melintas.
Menurutnya, ancaman terhadap keamanan pelayaran masih berasal dari kehadiran armada laut Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia. Ia menuding blokade angkatan laut serta berbagai tindakan yang dianggap mengancam kepentingan Iran masih menjadi faktor utama ketidakstabilan di jalur pelayaran tersebut.
Sementara itu, laporan Associated Press menyebut para perunding Iran dan Oman telah menyelesaikan draf kesepakatan dan kini tinggal menunggu persetujuan akhir dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Dua pejabat kawasan yang mengetahui proses negosiasi mengatakan kepada AP bahwa kesepakatan tersebut dipandang sebagai solusi sementara untuk meredakan sengketa di Selat Hormuz. Langkah ini juga disebut berkaitan dengan upaya menghidupkan kembali kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat dibahas pada Juni lalu, tetapi gagal terealisasi.
Menurut sumber tersebut, jika disahkan, skema baru akan memungkinkan kapal-kapal memasuki Teluk Persia melalui jalur yang berada di bawah pengawasan Iran dan keluar melalui jalur yang diawasi Oman. Sebagai imbalannya, akan diberlakukan biaya layanan untuk pengamanan pelayaran dan pemeliharaan lingkungan maritim.
Namun, Amerika Serikat dikabarkan menolak keras skema yang memungkinkan Iran memungut biaya atas kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Selain membuka kembali jalur pelayaran internasional, kesepakatan Iran-Oman juga diyakini dapat menjadi pintu masuk bagi dimulainya kembali dialog antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran yang selama ini masih menemui jalan buntu.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut. Karena itu, setiap perkembangan terkait keamanan Selat Hormuz selalu menjadi perhatian dunia dan berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi serta harga minyak internasional.
- Blokade Selat Hormuz
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Microsoft dan Alunjiva Perluas Literasi AI Inklusif untuk Disabilitas dan Pemuda
-
Dudung Sebut BNN, TNI, Polri Berhasil Ungkap 59 Jaringan Narkoba dalam Setahun
-
Ebola Kembali Meningkat, Perlu Tingkatkan Kewaspadaan
-
Pembagian daging kurban di Masjid Cut Meutia Jakarta
-
Kota Tua Jakarta Bersiap Direvitalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.